Posts from the ‘Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi’ Category

Besok, Ribuan Buruh Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Ilustrasi

JAKARTA. okezone.com – Ribuan massa buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan menggelar aksi demo menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, besok.

“Sikap kami jelas menolak kenaikan harga BBM,” Baca lebih lanjut…

Tolak BBM Naik, Wartawan Gelar Aksi Potong Rambut

Merdeka.com, Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti Kenaikan Bahan Bakar Minyak (Sowak BBM) menggelar aksi potong rambut di depan Istana Merdeka. Aksi ini sebagai protes atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Koordinator Aksi, Suparnie mengatakan, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kinerja wartawan. Sebab, kebutuhan wartawan akan BBM untuk kepentingan mobilitas lebih tinggi dibandingkan masyarakat sipil.

“Ini akan membatasi mobilitas kita, Baca lebih lanjut…

5 Barang kebutuhan masyarakat melonjak sebelum kenaikan BBM

“Hampir semua harga naik. Bahkan naiknya 2-3 kali lipat,” ujar Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran kepada merdeka.com, Rabu (12/6)

Lagian pemerintahnya aneh, dulu kenapa BBM diturunin sampe tiga kali menjelang Pemilu dari Rp 6.000,- ke Rp 4.500,- dan sekarang malah mau naikin lagi menjadi Rp 6.500,-

Mau bohongin rakyat lagi biar bisa iklan kampanye Pemilu 2014 “BBM TURUN EMPAT KALI” atau “MANA ADA PEMERINTAH YANG BISA TURUNIN BBM EMPAT KALI”.

Tahun ini bakal menjadi tahun yang cukup berat bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di tahun terakhir pemerintahan Kebinet Indonesia Bersatu jilid II, pemerintah dihadapkan pada berbagai persoalan. Tidak hanya di bidang politik, hukum, sosial, tapi juga di bidang ekonomi.

Kondisi perekonomian nasional mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Anggaran negara pun semakin terbebani dengan makin besarnya alokasi anggaran subsidi. Kondisi fiskal tersandera, APBN diakui tak lagi sehat lantaran anggaran subsidi yang terlalu besar.

Presiden SBY pun secara tegas mengatakan bakal menaikkan harga BBM. SBY mengaku, pemerintah seolah tidak punya pilihan lain dalam kerangka penyelamatan APBN selain menaikkan harga.

Kepala negara memastikan kebijakan ini sudah diperhitungkan dengan sangat matang. “Bukan kebijakan asal-asalan,” tegas SBY saat jumpa pers usai rapat koordinasi terkait perkembangan ekonomi terkini di Istana Negara, Rabu (12/6).

Rencananya, setelah APBN-P 2013 diketok DPR bulan ini, pemerintah akan menerapkan kebijakan harga BBM yang baru. Premium naik Rp 2.000 per liter menjadi Rp 6.500 dan Solar naik Rp 1.000 per liter menjadi Rp 5.500.

Kebijakan ini belum diberlakukan, harga kebutuhan masyarakat sudah lebih dulu bergejolak. Wacana kenaikan harga BBM ternyata berhasil membuat harga bahan pangan kebutuhan masyarakat melonjak tajam.

“Hampir semua harga naik. Bahkan naiknya 2-3 kali lipat,” ujar Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran kepada merdeka.com, Rabu (12/6)

Berikut lima bahan kebutuhan masyarakat yang naik mendahului kenaikan harga BBM : Baca lebih lanjut…

BBM belum naik, tapi 75 buruh di Cimahi sudah di-PHK

Rencana penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sudah berdampak negatif pada kaum buruh. Sekitar 75 buruh di Kota Cimahi, Jawa Barat sudah diberhentikan. Alasannya diduga cuma karena dampak harga BBM yang akan naik.

“Ini baru akan naik saja sudah berdampak besar kepada kaum buruh, apalagi kalau naik,” kata Ketua SBSI 1992 Jawa Barat, Ajat Sudrajat, di sela aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan Kantor Pertamina Unit III Cabang Bandung, Rabu (12/6).

Kini serikat buruh sedang berusaha mengadvokasi kasus tersebut. Sebab pemberhentian sepihak itu tidak ada alasan jelas. Padahal buruh tersebut sangat membutuhkan pekerjaan. “Alasannya diduga cuma karena kondisi sedang sulit dan terpaksa memberhentikan karyawan,” terangnya.

Menurut dia para buruh yang diberhentikan itu Baca lebih lanjut…

Tak Diundang Rapat Setgab, PKS: Kami Tidak Sakit Hati


Liputan6.com, Jakarta : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak diundang dalam rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung pemerintahan SBY yang digelar Selasa 11 Juni malam. Padahal PKS tergabung dalam partai koalisi. Namun PKS tetap santai menanggapi hal ini.

“Diundang tidak diundang, haknya Setgab,” ujar Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

“Kalau tidak dianggap lagi, ya itu hak mereka. Kami tidak sakit hati,” ucapnya. Baca lebih lanjut…

PKS Didepak dari Koalisi, Menteri Suswono: Tak Masalah


Liputan6.com, Jakarta : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku sudah dikeluarkan dari koalisi Sekretariat Gabungan (setgab) partai pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Nasib 3 menteri yang berasal dari PKS pun di ujung tanduk.

Menteri Pertanian Suswono santai menanggapi kabar partainya sudah didepak dari koalisi. “Tidak masalah, itu hak prerogatif presiden,” kata Suswono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013). Baca lebih lanjut…

Didepak dari Setgab, PKS: Nasib Menteri Tunggu Surat Presiden


Liputan6.com, Jakarta : Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengungkapkan ada utusan Istana yang mengirim pesan bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi. Kini, bagaimana nasib 3 menteri asal PKS yang bertugas di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II?

“Kami bertahan pada sistem presidensialisme bahwa menteri merupakan pembantu presiden. Menteri adalah hak prerogatif presiden. Tidak boleh ada pihak luar yang mengintervensi hadir-tidaknya menteri, karena itu bertentanagan dengan kosntitusi,” kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013). Baca lebih lanjut…