Posts from the ‘PKS’ Category

Fatwa Salafy : MEMILIH SIAPA di PEMILU 2014? (Lampiran Fatwa Terbaru Asy-Syaikh DR Sa’ad Asy-Syitsri tentang bolehnya mencoblos di Pemilu 2014 Indonesia)

Dari diskusi dengan beberapa kawan mahasiswa pasca sarjana di Madinah, dan beristikhoroh kepada Allah, berikut ini saya sampaikan beberapa buah pemikiran seputar pemilu, yang saya harapkan bisa menjadi pertimbangan dalam menyikapi pileg yang sudah di depan mata :

PEMILU 2014 (Pilih Siapa?)

Berdasarkan fatwa para ulama besar yang memiliki pandangan yang tajam, fikih yang tinggi, serta ketakwaan kepada Allah (seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-‘Utsaimin, dan Syaikh Al-Albani rahimahumullah) demikian juga fatwa Ulama Besar Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizohullah, dan juga beberapa ulama lainnya yang sempat kami minta nasehat dari mereka, maka kami mengikuti nasehat para ulama tersebut untuk menganjurkan kaum muslimin untuk ikut mencoblos dalam pemilu -sebagai pengamalan dari kaidah fikih (ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ) “Menempuh mudhorot yang teringan”, terlebih lagi mengingat kondisi tanah air yang cukup mengkhawatirkan.

Setelah itu kami bermusyawarah dan mengambil keputusan untuk menganjurkan kaum muslimin melakukan hal berikut :

Pertama : Jika mengenal caleg yang terbaik dan cenderung kepada sunnah dan membela kepentingan islam maka pilihlah caleg tersebut.

Kedua: Berilah peringatan terhadap caleg nashrani, syiah maupun liberal walaupun dari partai islam.

Ketiga: Baca lebih lanjut…

Tempo Pimpin Forum Pemred 2014 di Bali ! Ada Apa Gerangan ??


TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA – Lebih 100 orang pemimpin redaksi berbagai media massa berkumpul di Nusa Dua, Bali, untuk menghadiri apa yang disebut sebagai Pertemuan Puncak Forum Pemred, 13-14 Juni 2013.

Para peserta mendapatkan fasilitas tiket Garuda pulang-pergi, hotel bintang selama tiga hari, dan makan gratis –menimbulkan pertanyaan siapa sebenarnya penyandang dana acara para pemimpin redaksi ini.

Kamis (13/6/2013), para peserta melakukan registrasi di lokasi acara, Bali Nusa Dua Convention Hall (BNDCH).

Saat registrasi, beberapa peserta kaget karena Baca lebih lanjut…

Kini, Sangat Sulit untuk Membantah KPK Terlibat Politik Istana

RMOL. Sangat sulit untuk mengatakan tidak ada keterkaitan proses hukum terhadap Anas Urbaningrum di KPK dengan apa yang terjadi di internal Partai Demokrat. Kali ini, publik sudah melihat jelas bahwa KPK bermain mata dengan Istana.

Demikian analisa dari pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, saat berdialog dengan Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 14/2).

Pertama, Margarito memandang kasus kebocoran surat perintah penyidikan atau “Sprindik bocor” adalah hal yang amat mudah untuk dibikin terang oleh KPK. Namun, kesannya, KPK membuat kabur masalah.

Sangat sederhana. Sprindik beredar itu sejak hampir sepekan lalu, dan tinggal dicocokkan dengan yang beredar dengan yang di KPK. Apakah bentuknya sama, isinya sama, kalau tidak sama untuk apa dilakukan investigasi internal? Untuk apa Istana pusing?

Lain halnya bila Sprindik itu Baca lebih lanjut…

Fahri Hamzah: “KPK Tak Mungkin Salah, KPK Adalah Segala-galanya”

dakwatuna.com – Fahri Hamzah kembali mengeluarkan pernyataannya terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi yang bertugas melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia ini disindir Fahri dalam akun twitternya @Fahrihamzah. Ketika berita ini diturunkan, akun twitter Fahri Hamzah tersebut diberi nama “KonspirasiLudruk”.

Dalam akun twitternya, Fahri Hamzah menyebutkan, “KPK sah melakukan pembocoran sprindik. KPK tak mungkin salah…Undang-Undang yg salah. Demi memberantas korupsi yg sdh merajalela KPK boleh melakukan apa saja.”

Lalu anggota DPR ini melanjutkan kicauannya, “Kalau KPK belum menentukan status tersangka, ya karena hanya KPK dan Allah yang tahu. Kalau KPK langsung tangkap orang ya itu karena sdh ada alat bukti. Hanya KPK yg tahu. Kalau KPK tunda kasus Century ya karena belum cukup bukti. Itu terserah KPK. KPK tak mungkin salah.” Demikian seperti dikutip dari akun twitternya seperti apa adanya.

“Jadi KPK tak mungkin Baca lebih lanjut…

Fakta ! Ahmad Fathonah Kaki Tangan Intelijen ???

Kehadiran Dubes AS sehari sebelum penangkapan Ahmad Fathonah

Kehadiran Dubes AS sehari sebelum penangkapan Ahmad Fathonah

Ahmad Fathanah (AF), sebuah nama yang berarti seseorang yang Terpuji lagi Cerdas. Entah mengapa, saya tidak begitu tertarik dengan teori konspirasi yang baru saja dilontarkan Sang Presiden baru PKS saat konferensi pers pertama itu.

Tapi saya lebih tertarik dengan sosok si Terpuji dan Cerdas ini. Karena bagi saya, “keterpujian” dan kecerdasan perilakunya dalam kasus ini lebih terlihat seksi untuk dibahas dibanding terpilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS, lagi-lagi subyektif menurut saya. Mengapa begitu?

Pertama, AF bukanlah kader PKS. Menurut Tifatul Sembiring, AF adalah teman dekat LHI sewaktu mondok bersama-sama di Pesantren Gontor. Saya membayangkan, ada seorang teman semasa SMA dulu di Madiun yang kemudian bertemu di Jakarta. Hal minimal yang saya lakukan adalah bertanya-tanya background dia; kerja apa, tinggal dimana, keluarga berapa, selama ini kemana saja, dsb.

Dalam dunia intelijen hal diatas dinamakan clearance. Tujuannya adalah Baca lebih lanjut…

Konspirasi dengan Target PKS Karena Lantang Menentang Impor Daging

HP Dhito, staf ahli Habib Nabiel Almusawa yang disadap. (ist)

HP Dhito, staf ahli Habib Nabiel Almusawa yang disadap. (ist)

dakwatuna.com – Habieb Nabiel Al-Musawa yang merupakan Ketua Kelompok Komisi (Kapoksi) IV Fraksi PKS, menegaskan bahwa fitnah suap terhadap anggota DPR fraksi PKS merupakan skenario besar yang dirancang untuk mendeskreditkan PKS.

Dia menyatakan bersama teman-teman se-fraksi PKS di komisi pertanian sudah menolak keras tambahan kuota impor daging untuk tahun 2013, hal tersebut juga saya tegaskan saat raker dengan Kementerian Pertanian. Ia bahkan meminta surat ancaman dari importir ke Dirjen Peternakan dilaporkan ke Kepolisian.

Bahkan Menteri Pertanian (Mentan) Suswono pun juga sudah mengatakan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi penambahan kuota impor daging tahun 2013. Ia mengaku sudah mengirimkan surat ke Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa untuk tidak lagi impor.

Legislator asal dapil kalsel ini menengarai penangkapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI) di kantor DPP PKS merupakan konspirasi yang memiliki banyak kejanggalan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada Baca lebih lanjut…

AS Hikam: Abraham Samad Cs seperti Tokoh Humor dari Timur Tengah

dakwatuna.com – Penetapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus impor sapi merupakan hak dan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun demikian, hal ini memicu pertanyaan besar dari sementara pengamat.

“Sebagai pengamat saya punya hak bertanya kepada KPK. Kalau Presiden PKS langsung ditetapkan sebagai tersangka, mengapa Ketua Umum Demokrat belum juga diproses padahal sudah puluhan orang dipanggil untuk dimintai keterangan,” kata pengamat politik AS Hikam (Kamis, 31/1).

Karena itu, Baca lebih lanjut…