Posts from the ‘Pilpres 2014’ Category

WHAT!!! DPT Pemilih Papua Lebih Banyak dari Jumlah Penduduknya ???

PILPRES 2014 ini memang betul-betul amburadul. Dan lagi-lagi yang membongkarnya ada di dunia social media yang sekarang menjadi penyeimbang media-media mainstream yang mayoritas sudah kehilangan idealismenya.

Penetapan KPU pada hasil Pilpres 2014 selain diwarnai penolakan kubu Prabowo-Hatta yang mensinyalir adanya kecurangan pilpres yang bersifat massif, sistematis, terstruktur, di social media secara bersamaan juga mengemuka berita heboh tentang Data Pilpres di provinsi Papua.

DATA PILPRES PAPUA (Lihat gambar atas): Baca lebih lanjut…

HEBOH! BEREDAR FOTO KETUA KPU DIKABARKAN BERTEMU TIM SUKSEK JOKOWI ???

Pertemuan Ketua KPU dan timses Jokowi

Pertemuan Ketua KPU dan timses Jokowi

Ketua KPU Husni Kamil Manik (ketiga dari kiri)

Tadi malam (22/7/2014) dunia social media (socmed) heboh dengan beredarnya foto Ketua KPU Husni Malik yang dikabarkan bertemu dengan Timses Jokowi.

Di foto yang beredar salah satunya diungguh oleh Yhuni ErnaYoona Hermawan di fb dengan komentar:

Xixixi ini bos ketua kpu diem2 ktm
sama anak buah hendro priyono timsesnya jokowi, Ada apakah gerangan :v
Betapa bobroknya ngeri ku ini omg hellooooo

Ada lagi komentar dari akun Nanik Sudaryati: Baca lebih lanjut…

FITNAH TERHADAP PRABOWO HATTA MENGGELEMBUNGKAN DATA 014 JADI 814 TERKUAK, RELAWAN JOKOWI GIGIT JARI !!!


Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelaskan perihal kejanggalan angka penghitungan perolehan suara di TPS 047 Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten sehingga diduga merujuk pada upaya kecurangan memenangkan pasangan calon tertentu.

Komisioner KPU Pusat Hadar Nafis Gumay mengatakan pihaknya bersama dua komisioner lain, Juri Ardiantoro dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah, telah mendatangi Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat untuk melihat secara langsung Formulir C1 yang dimaksud.

“Yang sesungguhnya terjadi adalah Baca lebih lanjut…

KENAPA DATA WEB KAWAL PEMILU ANEH BANGET ???

Menyimak berita-berita dari portal berita seperti Detik, Metro, Tempo, Merdeka, Kompas, dan media se-spesies lainnya, serta masih ada saja yang percaya pada portal http://www.kawalpemilu.org/#0, saya jadi tergelitik lagi untuk nulis ini walau terasa berat beban karena asumsi negatif lagi.

Aritmetika dasar saja sudah cukup dipakai untuk membuktikan bahwa data dalam portal itu adalah simulasi belaka.

Data pemilih adalah data kuantitatif diskrit bukan kuantitatif kontinyu. Tidak ada 1/2 pemilih atau 1/5 pemilih. Yang ada 1, 2, 3, 4 dan seterusnya pemilih.

Mari kita perhatikan screen shot data yang saya ambil pada hari ini Rabu, 16 Juli 2014, Pukul 15.17 dan Pukul 15.22:
Baca lebih lanjut…

PIHAK ASING CAMPUR TANGAN DALAM PILPRES 2014 KARENA SANGAT TIDAK INGIN PRABOWO MENJADI PRESIDEN INDONESIA KETUJUH

Dukungan Pihak Asing yang Tetap Ingin Menguasai Indonesa Terhadap Presiden yang Lemah, Tidak Tegas dan Bisa dikendalikan.

Dukungan Pihak Asing yang Tetap Ingin Menguasai Indonesa Terhadap Presiden yang Lemah, Tidak Tegas dan Bisa dikendalikan.

Hanya ada 1 pihak yang diuntungkan dengan adanya kerusuhan di suatu negara, yaitu asing. Asing yang mana? Asing yang memiliki kepentingan besar di Indonesia. Apa kepentingan terbesar asing terhadap Indonesia? Sumber daya alam dan energi.

Seperti telah saya paparkan sebelumnya, ada beberapa aspek penting yang tidak disukai asing dari Prabowo – Hatta :

  1. Prabowo – Hatta akan melanjutkan UU Larangan Ekspor Minerba (Mineral dan Pertambangan).
  2. Prabowo – Hatta akan desak penguasaan 51% aset strategis Indonesia yang dikuasai asing (divestasi)
  3. Prabowo – Hatta akan renegosiasi kontrak-kontrak migas yang akan habis kontrak antara 2015 – 2021.
  4. Prabowo – Hatta tidak akan mencabut subsidi BBM dengan cara yang diinginkan asing.

Hatta Rajasa, ketika menjabat Menko Perekonomian berhasil memberlakukan UU Larangan Ekspor Minerba (Mineral dan Pertambangan). Sebelum UU Larangan Ekspor Minerba diberlakukan, perusahaan tambang asing bebas mengekspor bahan tambang mentah. Dampaknya, Baca lebih lanjut…

PROVOKASI KERUSUHAN PASCA PILPRES 2014 DARI THE JAKARTA POST TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA DENGAN MENAYANGKAN KARIKATUR YANG MELUKAI UMAT ISLAM

Pada 3 Juli 2014, The Jakarta Post, memunculkan karikatur kontroversial. The Jakarta Post, bagian dari jejaring Katolik di belakang Jokowi menayangkan karikatur yang dinilai melukai umat Islam.

Sumber : The Jakarta Post 3 Juli 2014

Penghinaan The Jakarta Pos terhadap umat Islam untuk membangkitkan amarah agar skenario kerusuhan kalau Jokowi kalah bisa terjadi

Penghinaan The Jakarta Pos terhadap umat Islam untuk membangkitkan kemarahan agar skenario kerusuhan kalau Jokowi kalah bisa terjadi

Lafadz Allah yang disandingkan dengan gambar tengkorak, lalu penembakan oleh ekstrimis Islam jelas melukai nilai Islam. Apalagi karikatur itu ditayangkan di koran skala nasional. Setelah serangkaian pemutaran film Mei 1998 di gereja-gereja Katolik. Lalu surat Frans Magnis kepada Prabowo yang mengkhawatirkan barisan fundamentalis Islam di belakang Prabowo. Lalu juga serangan fisik Jokowi – JK kepada TV One Yogyakarta dan PKS Karawang. Kemunculan karikatur The Jakarta Post tentu saja bisa kita nilai sebuah pancingan agar terjadi serangan fisik balasan kepada Jokowi. Baca lebih lanjut…

ANEH !!! KLAIM SEPIHAK DEKLARASI KEMENANGAN JOKOWI-JK BEBERAPA SAAT SETELAH WAKTU PENCOBLOSAN DITUTUP

Deklarasi Sepihak Kemenangan Jokowi

Deklarasi Sepihak Kemenangan Jokowi

Ini adalah skenario yang paling penting dalam pembentukan Opini “Jika Jokowi-JK Kalah, Maka Pemilu Curang”.

Tak menunggu sampai hasil suara Quick Count masuk 90% apalagi 100%, kubu Jokowi langsung mendeklarasikan kemenangannya dengan dasar Lembaga Survei Komersil yang memang mendukung Jokowi. Khususnya Lingkaran Survei Indonesia dangan Tim Suksesnya Denny JA. Lembaga Survei Kompas yang kita tahu bagaimana dukungan media ini terhadap Jokowi dan katolik. Dan Saiful Mujani Reseach Center yang mendukung Jokowi. Untuk RRI kita tahu siapa dibaliknya karena uang bisa mengalahkan apapun untuk mencapai berbagai tujuan meski taruhannya adalah bangsa dan negara.

Anehnya, justru saat elektabilitas Prabowo naik dan elektabilitas Jokowi stagnan bahkan turun. Tiga lembaga survei yang disebutkan awal di atas justru tidak merilis survei yang hasilnya mengungguli naiknya elektabilitas Prabowo-Hatta. Rilis mereka berhenti saat jarak perbedaan selisih elektabilitas Prabowo dan Jokowi berkisar 3-8%. Setelah itu tidak mengeluarkan hasil survei lagi dan baru muncul saat Pilpres tanggal 9 Juli 2014.

Untuk semakin meningkatkan pembentukan Opini ini, Kubu Jokowi Baca lebih lanjut…