Posts from the ‘Belajar Dari Akhlak Ustadz Salafy Abduh Zulfidar Akaha’ Category

Wahai Ikhwah, Jagalah Lisan Kita…

Wahai Ikhwah, Jagalah Lisan Kita…

sederhana-itu-indah1KEWAJIBAN MENJAGA LISAN

Perbuatan-perbuatan iman selain terkait dengan hak-hak Alloh Azza wa Jalla seperti mengerjakan kewajiban-Nya dan menjauhi larangan-Nya, juga terkait dengan hak manusia yang lain, diantaranya adalah menjaga lisan. Rosulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata benar atau hendaklah ia diam. Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir hendaklah ia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhori dan Muslim).

Baca lebih lanjut…

Iklan

Arogansi Seorang Ustadz Salafy Yamani

 

CATATAN 11

Arogansi Seorang Ustadz Salafi

 

Arogan atau arrogant adalah sombong, suatu sifat yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman,

الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي فَمَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِي النَّارِ .

“Kesombongan adalah selendangku dan keagungan adalah adalah kainku. Maka barangsiapa yang menyelisihi-Ku1 pada salah satunya, Aku akan lemparkan dia ke dalam neraka.”2

Dan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ .

“Tidak masuk surga: orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan meski hanya sebesar biji sawi.”3

Secara sederhana, setidaknya tanda-tanda sombong ada tiga, yaitu: Baca lebih lanjut…

Abduh Zulfidar Akaha

 Ustadz Abduh Zulfidar Akaha Hafizahullah

 

Tak kenal maka tak sayang. Kalau tak sayang mustahil muncul rasa cinta. Article berikut ini adalah biodata seorang ustadz yang sangat ana kagumi. Meski tak pernah bersua, dan sangat penasaran dengan sosoknya, dan jujur baru bisa mendengarkan suaranya saja [itupun baru lewat telephon] membuat ana merasa yakin beliau adalah figur yang patut dijadikan teladan.

 

Beda tipis dengan Syaikh Bakr rahimahullah dalam membela Sayyid Quthb, tapi memiliki keadilan yang sama dengan beliau yang melatarbelakangi munculnya article ini. Ya… seorang muslim yang telah bersikap adil dalam menempatkan sesuatu dan membela sesuai kadarnya. Semoga beliau bisa istiqamah dalam dakwahnya dan aku bisa terus membaca karya-karyanya.

 

Untuk kalian semua yang mengaguminya, selamat mengenal beliau…. Baca lebih lanjut…

Akhirnya Ku Yakini Mereka Bukan Pengikut Salafus Shalih Yang Sesungguhnya

Akhirnya Ku Yakini Mereka Bukan Pengikut Salafus Shalih Yang Sesungguhnya.

Entahlah, apakah aku harus bersyukur atau justru bersedih atas keyakinanku ini. Sebuah penelusuran yang panjang yang akhirnya memberikan sebuah kesimpulan yang bisa dibilang hampir final yang membuatku tenang dalam menjalani badai ujian dakwah.

Judul di atas sekali lagi kukatakan bukanlah sebuah upaya untuk menjauhkan umat dari dakwah salafus shalih yang sesungguhnya, tapi Baca lebih lanjut…

Astaghfitullah, Salafi Ekstrim Mempermasalahkan Kata “Yang”, Huruf “a” Bergaris Bawah, Tanda Tanya (?) dan Titik Dua (:) ???

 

CATATAN 9

Tidak Becus dan Tidak Amanah dalam Menukil Versi Al Ustadz Luqman

Oleh : Ustadz Abduh Zulfidar Akaha

 

d. Penulisan Ahlu Sunnah dan Kurang Kata “Yang”

            Al Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba’abduh berkata,

“Apa yang kau maksud dengan pernyataan ini? Jika yang kau maksud bahwa ahlus sunnah[1] tidak mendapat halangan dan rintangan dalam perjuangannya sebagaimana yang dialami oleh para teroris-Khawarij, yang dalam sejarah mereka: Baca lebih lanjut…

BAUS Catatan 9 “Tidak Becus dan Tidak Amanah dalam Menukil Versi Al Ustadz Luqman” (Bag. 3)

 

CATATAN 9

Tidak Becus dan Tidak Amanah dalam Menukil Versi Al Ustadz Luqman

Oleh : Ustadz Abduh Zulfidar Akaha

 

c. Mengubah Dr. menjadi DR. dan huruf “p” kecil menjadi “P” besar

            Al Ustadz Luqman Ba’abduh berkata,

“Berikut teks aslinya pada MAT halaman 59 cetakan pertama:

“Dengan meminta pertolongan dan taufiq dari[1] Allah  kami beri judul tulisan ini dengan: “MEREKA ADALAH TERORIS!”, yang semulanya kami hendak memberi judul: “Imam Samudra Kaulah Teroris Sejati!” perubahan[2] ini disebabkan karena kami memandang bahwa Imam Samudra hanya merupakan salah satu korban dari kesesatan pemikiran Khawarij global masa kini (neo-Khawarij) yang telah menghidupkan kembali pemikiran sesat generasi awal Khawarij yang dimotori Hasan Al Banna, Sayyid Quthb, Al-Maududi, Sa’id Hawwa, …dll. Kemudian dilanjutkan tongkat estafet ini[3] oleh para Ruwaibidhah masa kini semacam Dr. Safar Al Hawali, Salman Al ‘Audah, dan sang jagoan konyol Usamah bin Laden.” Baca lebih lanjut…

BAUS Catatan 9 “Tidak Becus dan Tidak Amanah dalam Menukil Versi Al Ustadz Luqman” (Bag. 2)

CATATAN 9

Tidak Becus dan Tidak Amanah dalam Menukil Versi Al Ustadz Luqman

Oleh : Ustadz Abduh Zulfidar Akaha

 

b. Kurang Satu Kalimat

            Al Ustadz Luqman Ba’abduh berkata,

“Berikut teks asli pada buku kami MAT halaman 78 cetakan pertama:

Dari Abdullah bin ‘Amir Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً ، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً . قَالُوْا : وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ .

“Sesungguhnya Bani Israil telah berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan. Mereka semua di neraka kecuali satu golongan”. Para shahabat bertanya: Siapakah golongan (yang selamat) itu, Wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Apa yang aku dan para shahabatku ada di atasnya”.

Dalam penukilan di atas, saudara Abduh ZA Baca lebih lanjut…