Akhi da’iyah,

Jangan jadikan hatimu mudah dihanyutkan syubuhat, seperti bunga karang di tepi laut yang kian ternoda manakala diterpa gelombang air. Jadilah bak cermin yang tetap kokoh. Berbagai isu dan tuduhan hanya lewat di hadapannya, dan tidak menetap padanya. Cermin menolak semua itu dengan kekokohannya. Bila tidak demikian, bila hatimu menghirup semua subhat yang melewatinya, niscaya ia akan menjadi sarang segala tuduhan dan isu yang tak jelas.

Ketahuilah, di antara kaidah syari’at dan hikmah menyebutkan, bahwa siapa yang banyak dan besar kebaikannya, dan telah menanam pengaruh nyata di dalam Islam, mungkin saja melakukan kekeliruan yang bisa jadi tidak dilakukan orang selainnya. Orang seperti itu dapat dimaafkan. Maaf yang tidak diberikan pada selainnya. Sesungguhnya kema’shiatan itu adalah kotoran, dan air bila mencapai dua kulah, tidak membawa kekotoran.

(Nasihat Ibnu Taimiyah kepada muridnya, Ibnul Qayyim) 

Jazakumullahu khairan katsiron untuk pengunjung yang telah mengisi buku tamu….