seorang-anak-mengikuti-aksi-menentang-kekerasan-seksual-terhadap-anak-_140520204318-918

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Terkait dengan pencabulan yang dilakukan oleh oknum pendeta terhadap CV (15 tahun), Komisioner Bidang Advokasi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Rury Arief Rianto menjelaskan bahwa usai melahirkan seorang anak, CV dipaksa melayani pelaku lagi.

“Habis melahirkan, dia dibawa ke Surabaya, minta dilayanin lagi,” tutur Rury geram saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (19/9).

Rury menuturkan kronologi kejadian yang diceritakan korban CV kepada pihaknya. Korban CV disetubuhi dengan mengatasnamakan Tuhan berkali-kali hingga hamil pada umur 12 tahun.

Ketika tubuh CV semakin besar dengan usia kandungan sekitar 4 bulan, pendeta bernama Djoko Martanto (57 tahun) menyuruh korban untuk kabur ke Bukit Doa di Ungaran. Di sana, lanjut Rury, CV disuruh untuk berpuasa selama 3 hari 3 malam.

“Katanya si pendeta, kamu berdoa 3 hari 3 malam, janin itu akan pindah ke orang lain. Jalan lah dia ke sana sendirian,” imbuh Rury.

Setelah berada di Ungaran selama 3 hari, lanjut Rury, korban tidak dibolehkan lagi tinggal di Bukit Doa tersebut. Sehingga ia terpaksa harus mencari hotel murah untuk tempat tinggal. Biaya untuk makan dan tempat tinggal CV dapatkan dari kartu ATM yang diberikan oleh si pendeta cabul tersebut.

“Kondisi saat itu kan ketakutan. Pas ke Ungaran itu kan 4-5 bulan usia kandungannya. Nggak ada yang tahu. Nah itu kan emang luar biasa kekuatannya. Ya namanya orang kepepet kan, kekuatannya keluar semua kan keberaniannya. Dari sana sekitar 4-5 hari dia di hotel. Hotel-hotel murah yang per kamarnya Rp 150 ribu,” katanya.

Dipaksa Kembali Melayani Setelah Melahirkan

Setelah tinggal di hotel, korban pun disuruh oleh pendeta untuk pindah ke Malang. Di Malang, CV dibantu oleh seorang ibu di rumah singgah. Dibantu mencari tempat tinggal dan dibantu sampai persalinan.

“Ada yang bantu disana. Karena sama si pendeta itu dititipin dia dibilang korban dari pacarnya. Melahirkan itu di klinik. Sendirian, tanpa keluarga,”imbuhnya.

CV melahirkan bayi laki-laki pada bulan Desember 2013. Setelah melahirkan di klinik, sang pendeta itu pun menyuruh bayi laki-laki yang dilahirkannya untuk diberikan pada seorang ibu di rumah singgah.
Setelah itu, lanjut Rury, pendeta tersebut membawa CV ke Surabaya. Di Surabaya pun CV dipaksa oleh pendeta bejat tersebut untuk melayaninya lagi. Tapi CV menolak karena masih merasa sakit setelah melahirkan.

“Parah banget kan, baru melahirkan minta dilayanin lagi. Terus dari Surabaya naik kereta ke Jakarta, ke Bekasi. Si pendetanya turun di Semarang. Si anaknya langsung ke Bekasi sendirian. Itu seminggu kemudian setelah melahirkan,”jelas Rury. Semua diatur oleh pendeta bejat itu via telepon.

‘Tangkap si Pendeta Cabul’

Jika mendengar cerita ini, kata Rury, akan terdengar sangat janggal karena keluarga seperti tidak peduli bagaimana nasib CV yang hilang selama berbulan-bulan. Namun, semua sudah diatur dengan baik oleh pendeta cabul itu.

“Pada saat orangtuanya gelisah, pengen lapor polisi, si pendeta ngademin. Trus nyuruh si anak ini untuk sms, bahwa saya baik-baik saja. Makanya janggal kan kalau kita nggak ngerti,” katanya.

Setelahnya pun CV masih juga terus diajak bersetubuh atas nama agama oleh pendeta cabul tersebut hingga usia 15 tahun. CV yang tidak tahan akhirnya mengadu kepada keluarganya ketika bulan Juli lalu.

Dengan segala kesulitan yang dialami korban ini, Rury berharap jika pihak kepolisian segera menangkap oknum pendeta ini. Semua bukti sudah terkumpul, mulai dari foto-foto pendeta yang sedang memeluk CV dalam kondisi tidak pantas, hingga sms-sms berisi kata-kata cabul serta surat keterangan bersalin yang beralamatkan sebuah klinik bersalin di Malang.

“Pokoknya biar gimana caranya biar keangkat. Saya dapat informasi kalau si pendeta itu lagi disana (Ungaran). Di tempat doa itu. Harus segera ditangkap dan dipidanakan,” ucapnya tegas.

Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/09/19/nux2zf349-kronologi-pencabulan-usai-korban-melahirkan-pendeta-minta-dilayani-lagi

Iklan