Pelayan nasi uduk babi buncit berkurudung
Seorang netizen, Resti Aprina Effendi, memposting foto stand warung yang bernama “Nasi Uduk Babi Buncit”. Yang jadi persoalan dan bisa menimbulkan fitnah adalah penjaganya: seorang perempuan yang memakai kerudung.

Berikut penuturan Resti Aprina Effendi yang ditulis di Fb-nya (20/5/2016):

Nasi uduk Babi Buncit. Ada di Lippomall daerah puri, jakarta barat.
Lihat penjaganya, mengenakan kerudung!
Tapiii dia bukan muslim.

Ada yang bilang Ownernya adalah chinese yang bernama Oey cicilia n tommy.
Buka tiap jumat-minggu 10 am to 10pm.
(menurut info, ada IG dan FB nya)

Sekarang sudah banyak penganut kristen ortodoks berseliweran di tempat umum dengan mengenakan kerudung seperti layaknya kaum muslim,, dan mengenakan kalung salib.
Pasti masih banyak orang awam yang tidak tau akan hal ini.

Untuk kita yang sudah paham, tolong sampaikan kepada saudara, teman, dan kerabat lainnya. Baik muslim maupun nonmuslim, kalau agama kristen Ortodoks dengan mahkota jilbab itu memang ada.
Agar tak ada Sara dan fitnah yang ditimbulkan.

Demikian disampaikan Resti.

Link fb: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1323705604311831&set=a.109403279075409.17940.100000172114641&type=3&theater

Beberapa netizen berkomentar pembelaan tentang kerudung. Padahal kalau mereka mengimani dan taat terhadap Injil, sudah seharusnya mereka mengharamkan Babi seperti Yesus telah mengharamkannya. Tapi sebagian besar orang yang mengaku beriman kepada Injil justru lebih taat kepada Paulus dibandingkan Yesus.

Alkitab cetakan lama 1991

Imamat11:7-8 ”Demikian juga  babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.”

Alkitab cetakan lama tahun 1941
Imamat 11:7-8 ”Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe. Djangan  kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamu.”

Dan baru pada Injil cetakan baru kata Babi ditambahkan dengan hutan menjadi babi hutan. Bagaimana kitab yang suci bisa dirubah seenaknya ???

Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005

Imamat 11:7-8 ”Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.”

Ulangan 14:8 ”juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.”

Menurut Alkitab, babi adalah haram. Namun, Kenyataannya oleh umat kristen baik diternak secara khusus, dipelihara, dirawat dan dijadikan sebagai bahan dagangan, dagingnya diperjualbelikan sebagai sumber penghidupan. Padahal jangankan memakannya, menyentuh tubuhnya saja dilarang dalam Alkitab.

Semua umat Islam mengharamkan babi. Tetapi hampir semua umat Kristen justru makan babi, kecuali sebagian kecil saja dari sekte Advent. Ini membuktikan bahwa yang ikut firman Allah dalam Alkitab tentang haramnya babi, adalah umat Islam. Dengan kata lain ada kesamaan antara kitab Injil dan al-Qur’an sebelum dirubah-rubah isinya.

Sementara umat Kristen yang menjadikan Alkitab sebagai Kitab Sucinya, justru tidak mengharamkan makan babi, bahkan babi merupakan makanan kesukaan mereka.

Tentu menjadi pertanyaan, mengapa umat Kristen tidak mengharamkan makan babi, justru malah mereka menghalalkannya padahal Yesus sendiri mengharamkan makan babi sebagaimana tercantum dalam alkitab ??

Ternyata tanpa mereka sadari, mereka telah mengikuti paham Paulus yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu halal. Perhatikan ucapan Paulus sebagai berikut:

Korintus 6:12 ”Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Ayat-ayat dalam berbagai bahasa tersebut adalah Surat Kiriman Paulus kepada jemaatnya di daerah Korintus. Pendapat Paulus yang menghalalkan sesuatu, seperti daging babi dan lain-lain, bertolak belakang dengan firman Allah yang mengharamkan babi.

Sebagai umat beragama dan pengikut Yesus yang taat, semestinya yang diikuti umat kristen adalah firman Allah dan ajaran Yesus, bukan pendapat Paulus yang hanya manusia biasa.

Seandainya umat Kristen mengikuti perintah alkitabnya dan ajaran Yesus tentang haramnya babi dan lain-lain, dan bagaimana cara menyembelih hewan, rasanya dalam hal makanan, tidak terlalu diragukan lagi antara Islam dan Kristen bila menghadapi jamuan atau sejenisnya.

Ada juga sebagian umat Kristen mengatakan bahwa yang haram itu adalah “babi hutan”,  jadi “babi piaraan” tidak haram. Padahal Alkitab cetakan lama tertulis “babi”, sementara Alkitab cetakan baru diubah menjadi “babi hutan”

Tentu saja yang benar yaitu “babi”, sebab semua Alkitab cetakan lama tertulis “babi”.

Makna “babi haram”, berarti semua babi haram, tidak boleh dimakan, termasuk babi hutan. Tetapi “babi hutan haram”, berarti semua babi boleh dimakan, kecuali babi hutan.

Dan sayangnya sebagian umat Kristen ada juga yang menjadikan alasan babi halal berdasarkan Injil  Matius 15:11 sebagai berikut: “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut yang menajiskan orang.” Dalam Islam ada asbabul nuzul kenapa ayat itu turun. Apakah Matius 15:11 ini berhubungan dengan babi ?

Sesuatu yang haram jelas haram. Efek memakan yang haram maka akan mengeluarkan perbuatan yang haram juga.

Dengarkanlah kata hatimu wahai orang-orang yang berakal dan memiliki hati ! Tidak takutkan bahwa engkau telah disesatkan Paulus untuk menentang ucapan Yesus ! Siapakah yang lebih engkau imani dan taati ? Yesus ? Atau Paulus si nabi palsu yang telah menyesatkanmu sekalian…..