Setelah naiknya elektabilitas Prabowo dan stagnan bahkan semakin turunnya elektabilitas Jokowi maka Kisruh Pilpres 2014 Hongkong dibuat Untuk Membentuk Opini "Pemilu Curang Jika Jokowi Kalah"

Setelah naiknya elektabilitas Prabowo dan stagnan bahkan semakin turunnya elektabilitas Jokowi maka Kisruh Pilpres 2014 Hongkong dibuat Untuk Membentuk Opini “Pemilu Curang Jika Jokowi Kalah”

Untuk semakin membentuk OPINI dan menambah keyakinan masyarakat bahwa “PEMILU CURANG JIKA JOKOWI KALAH”, maka dibuatlah tes drive pencoblosan di Victoria Park Hongkong kisruh.

Masyarakat jangan lupa dengan kejadian ini. Media Pro Jokowi begitu luar biasa membentuk opini PEMILU CURANG dengan menyiarkan KISRUH PILPRES DI HONGKONG.

Isu yang disiarkan begitu luar biasa, antara lain :

  1. Kompas.com : “RIBUAN TKI DI HONGKONG TERANCAM KEHILANGAN HAK SUARA”
  2. MetroTVNews.com : “Video Ratusan WNI Hilang Hak Suara di Hongkong ada di Youtube”
  3. Tempo.co : “Petugas Minta Pilih Prabowo TKI Hongkong Marah”
  4. Tempo.co : “Ratusan TKI Hongkong Histeris Teriakkan Jokowi”
  5. Liputan6.com “Kronologi Pilpres di Hongkong Ricuh Versi Migrant Care”
  6. Metrotvnews.com : “Rieke: Hak Politik WNI di Hongkong Harus dikembalikan”
  7. MetroTVNews.com : “Kisruh Pencoblosan di Hongkong: Kalau Satu Masuk Kalau Dua Enggak”
  8. Detik.com: “Pilpres Ricuh di Hongkong, Ketua MPR: A Big Joke!”
  9. Detik.com: “Pilpres Ricuh di Hongkong, Tim Prabowo: Jangan Dramatisasi Kecurangan”

Sampai akhirnya Bawaslu dan KPU menjelaskan kronologis fakta kejadian yang sebenarnya tentang kisruh Pilpres di Hongkong, tapi sayangnya kurang dipublikasikan oleh media Pro Jokowi seperti layaknya pemberitaan sebelumnya yang begitu masif. Berikut adalah fakta yang dijelaskan Bawaslu dan KPU :

  1. Sebagian besar pendemo adalah pemilih yang sudah mencoblos terbukti dengan jari-jari yang sudah menghitam karena tinta pemilu.
  2. Foto penampakan pukul 17.00 TPS Hongkong Sudah Tidak ada Antrian
Jam 17.00 TPS di Victoria Hongkong Sudah Tidak Ada Antrian

Jam 17.00 TPS di Victoria Hongkong Sudah Tidak Ada Antrian

000547_hongkonggateditutup3. Jawaban pendemo Hongkong “Kami hanya demo sebagai bentuk solidaritas terhadap pemilih yang tidak bisa mencoblos.

4. Pendemo muncul 30 menit setelah TPS ditutup, sambil berteriak-teriak JOKOWI seperti ada yang mengarahkan.

Pembentukan Opini kepada masyarakat dengan tagline pernyataan Kalla “Jika Jokowi-JK Kalah, Maka Pemilu Curang”, ditambah berita “Kisruh Pilpres di Hongkong” yang begitu masif adalah skenario yang berhasil dijalankan.

Penyebaran pesan “Jika Jokowi – JK kalah, maka pemilu curang” akan menimbulkan implikasi yang luar biasa besar di masyarakat.

Apapun dilakukan kubu Jokowi-JK demi kepentingan asing tetap menguasai Indonesia bahkan sampai membuat berita bohong di bulan suci Ramadhan ini. Buktinya setelah klarifikasi Bawaslu dan KPU yang hadir di Pilpres Hongkong itu, maka semua media bungkam dan tidak semasif pemberitaan bohong tentang ratusan bahkan ribuan TKI pro Jokowi tidak bisa memilih padahal hanya puluhan saja dan itu juga karena mereka hadir 30 menit setelah TPS ditutup.