Kita Ketahui Bersama Kalau Denny JA pemilik Lingkaran Survei Indonesia adalah Tim Sukses Jokowi

Kita Ketahui Bersama Kalau Denny JA pemilik Lingkaran Survei Indonesia adalah Konsultan Tim Sukses Jokowi

Pada awal Juni 2014, survey-survey mulai melihat tren stagnansi Jokowi – JK bahkan menurun. Pemicu utamanya, kehadiran JK sebagai faktor penyumbat elektabilitas Jokowi.

Lihat referensinya disini :

Kompas : JK Dinilai Sumbat Elektabilitas Jokowi

Akibat stagnansi elektabilitas Jokowi – JK itu, elektabilitas Prabowo – Hatta meroket tajam. Pada akhir Juni 2014, elektabilitas Prabowo – Hatta sudah atau hampir menyaingi Jokowi – JK. Selisih antara Jokowi – JK dan Prabowo – Hatta tersisa 3 – 8% dari semula mencapai 20% selisihnya.

Lihat referensinya disini :

Jawa Pos : Elektabilitas Prabowo – Hatta Meroket, Jokowi Stagnan

Konon, pada awal Juli 2014, selisih elektabilitas Prabowo – Hatta dengan Jokowi – JK sudah berkisar 0,5% hingga 3%. Malah ada yang menyebut Prabowo – Hatta sudah unggul dari Jokowi – JK berkat kehadiran Partai Demokrat. Sayangnya, lembaga-lembaga survey mendadak senyap tak umumkan survey terbaru, sehingga sulit memastikan situasi terkini. Kenapa survey bungkam, kita tidak tahu. Apakah dikarenakan para surveyor cenderung berpihak pada Jokowi  JK sehingga ketika Prabowo – Hatta unggul mereka tidak umumkan? Entah.

Namun yang jelas, data sejumlah survey terakhir, selisih Prabowo – Hatta dengan Jokowi – JK tersisa 3 – 8%. Artinya, potensi Prabowo – Hatta ungguli Jokowi – JK di awal Juli sangat mungkin meski sulit dipastikan karena survey tidak diumumkan. Apalagi survey akhir Juni menunjukkan selisih 3 – 8% sebelum adanya keputusan Partai Demokrat ke Prabowo – Hatta. Gosip Prabowo – Hatta kini telah ungguli Jokowi – JK sangat mungkin terjadi.

Kalau masih ingat, pada akhir Mei 2014 PDIP mendesak agar Partai Demokrat bersikap netral.

Lihat referensinya disini :

Jawa Pos : PDIP Berharap Demokrat Konsisten Netral

Wajar, karena berdasarkan peta koalisi Parpol, Jokowi – JK meraih 41% suara, Prabowo – Hatta memperoleh 49% suara. Untuk memenangkan pertarungan, Jokowi – JK hanya membutuhkan 5% Swing Voters dari koalisi Prabowo – Hatta. Atau, Jokowi – JK berharap Partai Demokrat tetap netral, agar Undecided Voters dari Demokrat bisa diambil oleh Jokowi – JK.

Namun pada 30 Juni 2014, Partai Demokrat mengumumkan resmi mendukung Prabowo – Hatta.

Lihat referensinya disini :

Kompas : Partai Demokrat Resmi Dukung Prabowo – Hatta

Tentu saja, dukungan Partai Demokrat ke Prabowo – Hatta melemahkan Jokowi – JK. Peta Koalisi Prabowo – Hatta dengan dukungan Demokrat mencapai 59%, sedangkan Jokowi – JK tetap 41%. Untuk menang, Jokowi – JK perlu merebut 10% suara Prabowo – Hatta.

Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/07/08/jokowi-jk-galang-kerusuhan-jika-kalah-667222.html