Deklarasi Sepihak Kemenangan Jokowi

Deklarasi Sepihak Kemenangan Jokowi

Ini adalah skenario yang paling penting dalam pembentukan Opini “Jika Jokowi-JK Kalah, Maka Pemilu Curang”.

Tak menunggu sampai hasil suara Quick Count masuk 90% apalagi 100%, kubu Jokowi langsung mendeklarasikan kemenangannya dengan dasar Lembaga Survei Komersil yang memang mendukung Jokowi. Khususnya Lingkaran Survei Indonesia dangan Tim Suksesnya Denny JA. Lembaga Survei Kompas yang kita tahu bagaimana dukungan media ini terhadap Jokowi dan katolik. Dan Saiful Mujani Reseach Center yang mendukung Jokowi. Untuk RRI kita tahu siapa dibaliknya karena uang bisa mengalahkan apapun untuk mencapai berbagai tujuan meski taruhannya adalah bangsa dan negara.

Anehnya, justru saat elektabilitas Prabowo naik dan elektabilitas Jokowi stagnan bahkan turun. Tiga lembaga survei yang disebutkan awal di atas justru tidak merilis survei yang hasilnya mengungguli naiknya elektabilitas Prabowo-Hatta. Rilis mereka berhenti saat jarak perbedaan selisih elektabilitas Prabowo dan Jokowi berkisar 3-8%. Setelah itu tidak mengeluarkan hasil survei lagi dan baru muncul saat Pilpres tanggal 9 Juli 2014.

Untuk semakin meningkatkan pembentukan Opini ini, Kubu Jokowi juga mendeklarasikan kemenangan sepihaknya di Tugu Proklamasi padahal masih terlalu dini apalagi KPU baru akan mengeluarkan hasilnya 22 Juli 2014 mendatang.

Selain itu pawai keliling pendukung Jokowi yang memang sudah diinstruksikan berlangsung di daerah. Agar harapannya publik semakin yakin dengan Opini “Pemilu Curang Jika Jokowi Kalah”.

Selain itu tak pernah sekalipun kubu Jokowi menyatakan di media seperti halnya Prabowo-Hatta kata-kata yang mengangdung ungkapan semisal “Siapapun yang menang maka kami legowo menerima hasil dengan bangsa dan tanah air”.

Bagi para pendukung Jokowi – JK, pesan tersebut akan menjadi hal yang dipercaya benar jika Jokowi – JK kalah. Artinya, masyarakat pemilih Jokowi – JK akan terbakar pikiran adanya kecurangan pemilu jika Jokowi – JK kalah. Hanya butuh sejumlah provokasi untuk melakukan kerusuhan dan kekerasan, maka bisa terjadi.

Demi asing tetap menguasai Indonesia, kubu Jokowi rela menggadaikan bangsa dengan kebohongan opini PEMILU CURANG.