FAKTA TENTANG PDI-P :
Jokowi dan Sabam Sirait Tokoh Kristen Militan PDIP

Anggota PDI-P terdiri dari Militan Kristen garis keras : Kwik Kian Gie, Alex Litaay, Aberson, BN Marbun, Marcel Beding, Suko Waluyo, Sabam Sirait, Nico Daryanto, Theo Safei, dll.

Karena itulah tidak heran jika kebijakan PDI-P selalu kontra dengan aspirasi Umat Islam, diantaranya menolak “UU Peradilan Agama” dan RUU Pendidikan…”

Meskipun Megawati Islam (KTP), yang bisa berdoa ala Hindu di pura Bali, tapi Megawati adalah pemimpin partai PDI-P yang didominasi oleh golongan Kristen. Jika Megawati berkuasa, maka Wapres, kementrian, ABRI, dll, pastilah didominasi oleh orang Kristen.

Mengingat tingkat intelektualitas Megawati yang meragukan (dia bukan lulusan universitas), maka dapat dipastikan bahwa Megawati cuma sekedar boneka saja untuk memenuhi ambisi golongan Kristen untuk berkuasa di Indonesia.

PDI-P sebenarnya merupakan fusi dari partai Nasionalis dan partai Kristen seperti IPKI, PNI, Murba, Partai Katolik, dan Parkindo (Partai Kristen Indonesia). Dulu pimpinan PDI-P selalu dari golongan Kristen seperti Nico Daryanto, Sabam Sirait.

Namun mengingat 87% dari jumlah pemilih adalah umat Islam, maka PDI-P pun berusaha memberi warna “Islam” agar mereka bisa merebut suara dari pemilih Muslim. Sebab tanpa itu, maka mereka tidak akan mungkin bisa memenangkan Pemilu. Maka PDIpun segera membentuk lembaga “Islam” MMI (Majelis Muslimin Indonesia) yang sekarang dipimpin oleh tokoh PNI H Dimmi Haryanto.

Sayangnya lembaga ini cuma sekedar kosmetik untuk menarik umat Islam memilih PDI-P. Anggota majelis ini dengan rajin melantunkan ayat-ayat Al Qur’an. Sementara poster slogan “Islam agamaku dan PDI-P pilihanku” juga dipasang di mana-mana. Kalau untuk PPP yang 100% anggotanya adalah Muslim, saya rasa slogan itu wajar. Tapi kalau PDI yang dominan dengan tokoh Kristen seperti Aberson, BN Marbun, Marcel Beding, Suko Waluyo, apa hal ini wajar ? Slogan itu jelas tidak benar bagi para tokoh Kristen tersebut.

Meskipun ada beberapa anggota PDI yang Muslim (biasanya dari partai Nasionalis yang abangan/KTP), namun mereka ini tak lebih sekedar menjadi vote getter. Suara mereka tidak begitu berpengaruh di PDI-P dan kalah vokal dengan tokoh-tokoh Kristen seperti Sabam Sirait, Nico Daryanto, Aberson, BN Marbun, Marcel Beding, Suko Waluyo, Alex Litaay, dsb. Karenanya banyak kebijaksanaan PDI-P yang bertentangan dengan aspirasi umat Islam di Indonesia (Ummat No. 20, 1 April 1996).

Tokoh Islam Lukman Harun (fungsionaris PP Muhammadiyah, PPP, dan ICMI) mengatakan: “PDI-P yang merupakan fusi dari beberapa partai dengan ideologi yang heterogen, selama ini lebih diwarnai oleh Kristen dan Katolik…Anehnya, pada Pemilu 1992, PDI-P tampil pula dengan slogan-slogan ke Islaman (tanpa ini, mustahil PDI-P yang didominasi Kristen sanggup memenangkan Pemilu yang 87% pemilihnya adalah Islam), setelah menolak “Peradilan Agama” dan RUU Pendidikan…”

“Sejatinya politikus itu bukanlah perwakilan rakyat,tapi mereka adalah sekumpulan geng yang mementingkan golongannya..BUKAN BANGSANYA”..!!!”

00-tumblr_mcmltwzY531rgf9mgo1_500
-Jesse Ventura-

Selamat berpesta ‘kibuli’ rakyat…

ingat kata-kata dari Jesse Ventura ini, ia menyatakan bahwa politkus bukanlah perwakilan rakyat, tapi mereka perwakilan golongannya.

“Sejatinya politikus itu bukanlah perwakilan rakyat, tapi mereka adalah sekumpulan geng yang mementingkan golongannya..BUKAN BANGSANYA”..!!!”
urai Jesse Ventura

Selamat berpesta ‘kibuli’ rakyat…
– Sumber : http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/04/07/29775/waspada-183-caleg-pdip-non-muslim-banyak-dari-jil-dan-syiah/#sthash.feSfwmb6.dpuf