syeikh-huwaini

dakwatuna.com – Kairo. Nashir Ridhwan, salah seorang da’i Salafi, menentang dikeluarkannya surat departemen wakaf yang melarang Syeikh Abu Ishaq Huwaini berbicara di depan publik. Ridhwan menyebutnya sebagai sebuah tanda datangnya hari kiamat.

Menurutnya, surat itu dikatakan sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat karena telah menuduh seorang ulama yang shalih seperti seorang pengkhianat. Padahal Syeikh Huwaini adalah salah satu ulama terbesar di dunia dalam bidang hadits.

Syeikh Huwaini telah puluhan tahun menjadi seorang imam dan periwayat hadits. Murid-muridnya datang dari seluruh penjuru dunia untuk mengambil riwayat hadits-hadits Rasulullah saw. Beliau juga mempunyai banyak karangan buku, dan yang tak kalah penting merupakan salah seorang ulama Al-Azhar.  Anehnya, semua itu tidak membuat departemen wakaf ragu dan sungkan mengeluarkan surat pencekalannya.

Surat pencekalan terhadap Syeikh Huwaini dikeluarkan pada hari Kamis (19/12/2013) yang lalu. Surat itu menyebutkan alasan pencekalan, di antaranya menggunakan mimbar masjid untuk tujuan politik, dan melakukan khutbah tanpa mempunyai surat ijin berkhutbah. Tapi kiranya semua orang mengetahui alasan yang sebenarnya di balik pencekalan tersebut, yaitu karena Syeikh Huwaini mengajak rakyat Mesir untuk memboikot referendum konstitusi yang akan digelar 14-15 Januari mendatang. (msa/dakwatuna/islammemo)

Redaktur: Moh Sofwan Abbas