Dr Yunus Makhyun

Ketua Umum Partai Salafi An Nur, Dr. Yunus Makhyun, menyesali kebobrokan yang terjadi pasca kudeta atas Presiden Mesir Dr. Muhammad Mursi. Dalam pidatonya seperti dilansir Islamion, Kamis (5/9), Makhyun menyebutkan sedikitnya tujuh kerugian bagi umat Islam dan rakyat Mesir akibat kudeta.

“Apa yang dulu kita jadikan celaan kepada Presiden Mursi, itulah yang terjadi sekarang dan lebih buruk,” sesal Makhyun dalam pidatonya.

Tujuh hal yang ia nilai sebagai kebobrokan dan kerugian itu adalah pengangkatan Adly Mansour sebagai presiden sementara melalui penunjukan, bukan pemilihan. Kedua, perdana menteri juga ditunjuk, bukan melalui pemilihan. Tim perumus konstitusi yang berjumlah 10 orang juga penunjukan.

“Ini serius. ‘Perjanjian’ kita dengan militer (saat kudeta, red) adalah mempercepat pemilu parlemen lalu mengubah konstitusi melalui parlemen yang terpilih nanti yang mencerminkan kehendak rakyat,” tambah Makhyun.

Lebih dari itu, yang terburuk menurut Makhyun adalah pelanggaran berat hak asasi manusia, penangkapan tokoh-tokoh politik dan Ikhwan, peliputan langsung proses penangkapan dan
publikasi secara meluas foto-foto penangkapan.

Seperti diketahui, Partai An Nur mendukung penggulingan Presiden Mursi yang dilakukan oleh militer Mesir awal Juli lalu. Partai An Nur yang sebelumnya berkoalisi dengan Presiden Mursi tiba-tiba berbalik setelah bertemu dengan tamarud dan militer yang berencana mengkudeta Mursi. Sayangnya, deal-deal pada pertemuan itu dikhianati oleh militer pimpinan Jenderal As Sisi. [AM/Islm/bsb]