nur-311x320

Kairo. Para pengguna jejaring sosial menghujani partai An-Nur, yang berhaluan Salafi ini, dengan ejekan-ejekan. Hal ini menyusul penetapan anggota Komite 50 yang akan mengamandemen konstitusi 2012 (konstitusi yang disahkan 65% pemilih dalam referendum). Dalam komite tersebut, hanya ada satu anggota dari Partai An-Nur, yang juga mewakili partai-partai Islam.

Di antara komentar mereka, ada yang mengingatkan, “Partai An-Nur yang dulu mendapatkan 17 kursi anggota dalam komite 2012 yang lalu di masa Presiden Mursi. Apakah Ikhwan benar telah meminggirkan mereka?”

Komentar lain mengatakan, “Partai An-Nur yang dari dulu selalu mengatakan Ikhwan melakukan ikhwanisasi negara, mendapatkan 17 kursi komite ketika Ikhwan berkuasa. Sekarang, ketika mereka mendukung kudeta, hanya mendapatkan satu kursi.”

Seorang pegiat media, Wisam Abdul Warits, menuliskan, “Bassam Zarqa’ sendirian membela ayat ke 219 dan 44 dengan sia-sia. Dengan begitu saja, mereka mengira telah melakukan sesuatu untuk agama. Padahal apalah gunanya ayat-ayat ditulis kalau darah demikian mudah ditumpahkan tanpa ada yang bisa mengawasi?”

Seorang kolumnis dan pengamat politik, Yasir Za’atirah mengomentari, “Juru bicara Partai An-Nur, Syarif Thaha mengatakan bahwa komite amandemen konstitusi telah memarjinalkan islamis. Oh, baru bangun tidur dia. Ini bukan tamparan yang pertama dan terakhir.” (msa/dkw/fj-p.com/dakwatuna.com)