robert-fisk

Kairo. Ada beberapa perwira dalam jajaran pimpinan militer Mesir membuat rencana untuk mengorbankan As-Sisi di saat kondisi di Mesir sudah tidak bisa dikendalikan lagi.  Bertahannya As-Sisi hanya akan menambah daftar panjang korban jiwa. Demikian dikatakan Robert Fisk, wartawan senior surat kabar Inggris The Independent, 26 Agustus yang lalu.

Pengamat khusus untuk politik Timur Tengah ini mengatakan bahwa hal ini banyak ditentang pimpinan militer. Bahkan ada dua pimpinan penting di militer mengajukan pengunduran diri, karena meyakini kudeta akan berakhir dalam waktu dekat. Pengunduran diri tersebut tentu ditolak oleh As-Sisi.

Wartawan yang dikenal dekat dengan penguasa Arab ini mengatakan bahwa telah terjadi percekcokan antara As-Sisi dan panglima Garda Republik. Dan panglima tersebut sudah mulai melakukan komunikasi dengan beberapa pemimpin Timur Tengah.

Pertemuan terakhir antara As-Sisi dan para perwira, yang dinilai banyak kalangan adalah hasil fabrikasi, hanyalah untuk menunjukkan bahwa militer masih solid setelah banyak pihak merasakan turunnya tingkat penerimaan militer terhadap As-Sisi. (msa/dkw/ansarportsaid/dakwatuna)