sherry-joseph

dakwatuna.com – Mesir.  Terbakarnya beberapa gereja sedang ramai dibicarakan. Lagi-lagi, Ikhwanlah yang dituduh melakukannya untuk memprotes atau balas dendam karena kaum Kristen Koptik mendukung militer.

Dalam akun twitternya, seorang gadis Koptik bernama Sherry Joseph menyangkal keterlibatan Ikhwanul Muslimin dalam terbakarnya gereja-geraja tersebut. Dia bertanya:

“Bagaimana mungkin gereja dirusak dan dibakar tanpa ada satu pun korban jiwa atau luka-luka pada pendeta atau siapa saja yang berada di dalamnya?”

Kalau demikian, lanjutnya, ada tiga kemungkinan:

Pertama, orang yang membakarnya meminta ijin dulu kepada pendeta, lalu pendeta mengijinkannya, “Silahkah dibakar, semoga Tuhan memberkatimu.”

Kedua, orang yang membakarnya datang, dan tidak ada seorang pun di dalam gereja.

Ketiga, orang yang membakarnya berubah menjadi seekor naga, dan mengembuskan api dari udara.

Terakhir, Sherry menekankan, di Mesir gereja selalu dijaga oleh kepolisian dan keamanan internal gereja. Jadi sangat aneh kalau pembakaran gereja tidak diketahui oleh siapa punjuga. (msa/sbb/dkw/dakwatuna)