dt

PRANCIS dan Jerman pada hari Kamis ini (15/8/2013) memanggil duta besar Mesir di negara mereka masing-masing terkait atas tindakan keras mematikan di Mesir yang menyebabkan kematian ribuan orang pada hari Rabu kemarin.

Presiden Prancis Francois Hollande memanggil duta besar Mesir untuk menyampaikan keprihatinan besar Prancis atas peristiwa tragis yang terjadi di sana, AFP melaporkan, menambahkan bahwa pemimpin Prancis mendesak penguasa Mesir untuk segera mengakhiri keadaan darurat yang diberlakukan di negara itu.

Hollande mengatakan “segala sesuatu harus dilakukan untuk menghindari perang saudara di Mesir.”

“Prancis berkomitmen untuk menemukan solusi politik dan menyerukan untuk digelarnya pemilu sesegera mungkin, sejalan dengan komitmen yang dibuat oleh otoritas transisi Mesir.”

Sementara itu, juru bicara kementerian luar negeri Jerman mengatakan kepada AFP bahwa “atas perintah Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle, duta besar Mesir dipanggil untuk diberitahu posisi tegas pemerintah Jerman terkait tragedi di Mesir.

Sebelumnya pada hari rabu Inggris telah memanggil duta besar Mesir untuk mengungkapkan “keprihatinan mendalam” mereka atas aksi kekerasan mematikan yang terjadi di Mesir dan mendesak pihak berwenang untuk bertindak dengan menahan diri. kata Departemen Luar Negeri Inggris pada hari Kamis ini.

“Kemarin (Rabu) kami memanggil dubes Mesir untuk mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya kekerasan dan kerusuhan di Mesir,” kata juru bicara departemen luar negeri Inggris, menurut laporan AFP.

Pembantaian yang dilakukan oleh pasukan keamanan terhadap demonstran, yang menyerukan pemulihan kembali Mursi, telah menarik kecaman dunia internasional. Menurut informasi resmi dari Ikhwanul Muslimin Mesir, tidak kurang 4500 orang tewas akibat tindakan keras pasukan keamanan terhadap massa pro Mursi.[fq/islampos/afp]