25162-644291_10201073570433890_2137170004_n

IKHWANUL Muslimin Mesir Kamis hari ini (15/8/2013) bersumpah untuk menurunkan “kudeta militer” yang menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi dan mengatakan Ikhwan tetap berkomitmen untuk melakukan aksi damai setelah tindakan keras mematikan aparat keamanan membubarkan aksi massa yang dilakukan oleh demonstran yang menuntut pemulihan Mursi.

“Kami akan selalu melakukan aksi non-kekerasan dan dengan cara damai,” lapor Agence France-Presse (AFP) mengutip pernyataan juru bicara Ikhwanul Muslimin Gehad al-Haddad di akun Twitter-nya.

Dia menambahkan: “Kami akan mendorong maju sampai kami bisa menjatuhkan kudeta militer ini.”

Ikhwanul Muslimin pada hari Kamis ini juga menyerukan pawai di Kairo. Gerakan Islam itu mengatakan rencana pawai akan berangkat dari Masjid al-Iman di ibukota Kairo untuk memprotes kematian kerabat warga yang pro Mursi,” lapor AFP.

Setidaknya 525 orang tewas (versi pemerintah) di Mesir pada hari Rabu kemarin, termasuk 202 pengunjuk rasa di Rabaa al-Adawiya Square Kairo, kata seorang pejabat kementerian kesehatan kepada AFP.

Pejabat kementerian kesehatan senior Khalid al-Khatib mengatakan kepada AFP bahwa 43 polisi juga tewas dalam bentrokan Rabu kemarin.

Sementara itu pada hari Kamis ini, pasukan keamanan berjuang untuk mencegah ketidakamanan di Mesir setelah pemerintah militer mengumumkan keadaan selama sebulan darurat.[fq/islampos/alarabiya]