rumah-sakit-rabah

Aparat polisi dan tentara Mesir, membakar gedung rumah sakit Rabi’ah Al Adawiyah pada Rabu sore setelah mengeluarkan korban luka-luka dari dalam rumah sakit. Jasad korban tewas yang masih berada di dalam bangunan rumah sakit juga ikut dibakar oleh aksi kejam aparat keamanan dan militer Mesir. Demikian dilaporkan Rashad News.

 

Sejumlah pengamat mengatakan aksi pembakaran rumah sakit yang juga turut membakar mayat-mayat pengunjukrasa tersebut adalah upaya pemerintahan kudeta untuk mengaburkan jumlah korban meninggal dalam pembantaian ini.

 

Selain itu, bangunan milik Azhar yang berada di samping rumah sakit juga ikut terbakar.

 

Dalam kejadian tersebut, juru bicara Ikhwanul Muslimin menyebutkan sejumlah tenaga medis terjebak di lantai 3 sementara lantai 1 telah dibakar militer.

 

Hingga Rabu sore, aparat keamanan terlihat terus menembaki demonstran damai yang berada di Medan Sa’ah dari atas bangunan kantor polisi yang berada dekat Medan Rabi’ah Al Adawiyah.

 

Sementara itu, di Assyut, aparat kepolisian membakar sebuah pabrik roti yang berada tidak jauh dari area demonstran setelah himbauan aparat keamanan tidak digubris demonstran pendukung legitimasi Mursi.

 

Aparat keamanan merasa frustasi setelah gagal berusaha membubarkan demonstran yang melakukan unjuk rasa di sekitar komplek kampus Al Azhar di provinsi Assyut.

 

Para demonstran yang melihat aksi brutal aparat keamanan berusaha memadamkan api yang cepat membakar toko roti.

 

*Fimadani.com

Iklan