aljazeera38c2e425680975ccb74c2426707ad620

Sebagai akibat dari tindakan kejam militer Mesir terhadap para demonstran damai pro Mursi, telah ada reaksi cepat dari banyak negara mengekspresikan keprihatinan mereka dan menyerukan untuk mengakhiri kekerasan.

Sebagian juga mengecam dari apa yang lakukan pemerintah sebagai “Penggunaan kekuatan yang tidak proporsional” dari pihak keamanan kepada para demonstran damai.

Sebagian besar negara menyerukan agar kedua belah pihak bisa menahan diri.

Setidaknya 95 orang tewas pada Rabu ketika pasukan keamanan membersihkan kamp pengunjuk rasa yang menuntut kembalinya Presiden Mohamed Morsi.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk tindakan keras polisi terhadap para demonstran di Mesir yang telah menewaskan ratusan orang dan terluka.

“Sebagai buntut kekerasan hari ini, sekretaris jenderal mendesak semua orang Mesir untuk memusatkan upaya mereka pada rekonsiliasi yang benar-benar inklusif,” kata juru bicaranya Martin Nesirky.

Sementara PBB masih mengumpulkan informasi, Nesirky mengatakan “tampak bahwa ratusan orang tewas dan terluka dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran.”

Uni Eropa telah menyesalkan adanya laporan pengunjuk rasa telah tewas dalam operasi keamanan yang “sangat mengkhawatirkan” dan menyerukan pemerintah Mesir untuk menahan diri.

Michael Mann, Juru bicara Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan “Laporan kematian dan luka-luka yang sangat mengkhawatirkan.”

“Kami tegaskan bahwa kekerasan tidak akan menghasilkan solusi apapun dan kami mendesak pemerintah Mesir untuk melanjutkan dengan menahan diri.”

Perdana Menteri Turki menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab untuk mengambil langkah-langkah secepatnya untuk menghentikan “pembantaian” di Mesir, dia mengatakan kebisuan internasional telah membuka jalan bagi pemerintah Mesir untuk melakukan tindakan keras mematikan.

“Masyarakat internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab, harus segera bertindak untuk menghentikan pembantaian ini,” kata kantor Erdogan.

Qatar juga mengutuk serangan oleh pasukan keamanan, melalui QNA, kantor berita negara, mengutip seorang pejabat kementerian luar negeri sebagai desakan kepada pemerintah Mesir untuk “menahan diri dari opsi keamanan dalam menangani aksi protes damai, dan untuk melestarikan kehidupan Mesir di lokasi protes” .

Qatar sangat mendukung Morsi, yang juga merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin

Iran, juga menyerukan operasi keamanan sebagai “pembantaian”, mengutuk tindakan pasukan keamanan Mesir, mengatakan kekerasan yang meningkat akan memungkinkan terjadinya perang saudara di sana.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Iran, “Mengecam bentrokan kekerasan dan mengutuk pembunuhan terhadap para demonstran dan mengungkapkan keprihatinan yang mendalam mengenai konsekuensi mengerikan yang diambil pemerintah Mesir”.

“Tidak diragukan lagi pendekatan saat ini dengan perkembangan di Mesir memperkuat kemungkinan perang saudara di negara Islam terbesar ini,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Perancis juga mengeluarkan pernyataan “Sangat menyesalkan kekerasan yang terjadi di Kairo selama operasi evakuasi”.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, dan mengatakan “Sangat penting untuk menghentikan kekerasan, dan bahwa logika perbedaan berlaku”.

“Prancis menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri sepenuhnya dan memperingatkan terhadap penggunaan kekuatan yang tidak proporsional.”

Inggris juga mengeluarkan pernyataan mengutuk penggunaan kekerasan dan menyerukan pasukan keamanan untuk menahan diri.

“Saya sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan dan kerusuhan di Mesir,” kata William Hague, menteri luar negeri Inggris, dalam sebuah pernyataan.

“Saya mengutuk penggunaan kekerasan terhadap para demonstran dan menyerukan kepada pasukan keamanan agar dapat menahan diri.”

Guido Westerwelle, menteri luar negeri Jerman, mendesak pendukung pemerintah sementara Mesir serta pendukung Morsi untuk meninggalkan kekerasan.

“Kami menyerukan kepada semua kekuatan politik untuk segera kembali ke perundingan dan mencegah eskalasi kekerasan,” katanya.

“Semua pertumpahan darah lebih lanjut harus dicegah.”

Sumber : Al-Jazeera