Sister Sara

Ahmad Ath Thayib menyatakan bahwa intitusi Al Azhar tidak ikut bertanggungjawab atas pembantaian militer dan polisi atas pendukung ptresiden terpilih Mesir Muhammad Mursi, demikian dalam pernyataan resminya seperti diberitakan On Azhar, 14 Agustus 2013.

 

“Untuk menjelaskan fakta sebenarnya serta demi melepaskan diri dari tanggungjawab kelak di hadapan Allah dan negara, Al-Azhar menegaskan kepada seluruh rakyat Mesir bahwa Al-Azhar sama sekali tidak mengetahui proses pembubaran demonstran melainkan dari media massa. Al-Azhar meminta agar institusi ini tidak dikait-kaitkan dengan konflik politik yang sedang terjadi,” demikian pernyataannya.

 

Ia menyatakan Al-Azhar Asy-Syarif senantiasa berusaha untuk mengumpulkan seluruh kekuatan politik untuk duduk bersama melakukan dialog secara ikhlas demi mencapai solusi damai dari krisis yang melanda Mesir saat ini.

Ia menegaskan kembali akan haramnya melakukan pembunuhan, serta menyayangkan berjatuhnya beberapa korban pada pagi hari ini (14/8). Al-Azhar juga memperingatkan agar tidak melakukan tindakan anarskis dan pembunuhan, serta mengingatkan kembali akan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Hilangnya dunia pastilah lebih remeh di sisi Allah dari pada terbunuhnya seorang muslim.”

Al-Azhar tetap dalam pendiriannya bahwa menggunakan cara anarkis tidak akan dapat memberikan solusi. Namun solusi satu-satunya untuk keluar dari krisis saat ini adalah segera melakukan dialog yang serius dan dengan niat yang benar. Al-Azhar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan sikap bijak dan akal, serta menjaga setiap tetes darah warga Mesir dengan cara apapun. Juga hendaknya memenuhi panggilan rekonsiliasi nasional demi tercapainya perdamaian yang komprehensif.

Sementara itu, juru bicara Ikhwanul Muslimin menyatakan bahwa Al Azhar turut bertanggungjawab atas setiap nyawa yang melayang karena Al Azhar merestui kudeta militer terhadap presiden sah Mesir yang membawa pada krisis berkepanjangan hingga menewaskan ribuan orang dan puluhan ribu lainnya luka-luka sejak kudeta bulan lalu.

*Fimadani.com