Murid Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin

Murid Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin

Ulama hadits dari Arab Saudi, Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-‘Ulwan menegaskan, peristiwa yang terjadi sekarang di Mesir adalah perang antara Islam dan kufur, bukan dua buah komunitas yang berbeda.
“Saya merenungi peristiwa yang terjadi di Mesir. Setelah itu saya yakin, nama itu perang antara Islam dan kekufuran. Bukan antara satu jamaah dengan jamaah lain,” tutur ulama yang beberapa waktu lalu dibebaskan dari penjara Arab Saudi, seperti dikutip Islam Memo, 3 Agustus 2013.
Murid Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin itu menjelaskan, kesenangan yang diekspresikan oleh media atas apa yang menimpa Muslimin berupa pembantaian, tekanan dan menjejalkan mereka ke dalam penjara adalah bentuk kemunafikan.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh ulama yang disegani di kalangan mujahidin itu, beliau mengatakan bahwa jamah Ikhwanul Muslimin itu bukan jamaah yang terhindar dari kesalahan. Bahkan mereka pernah terjatuh dalam kesalahan. Akan tetapi sekarang mereka menghadapi kemunafikan dan sekulerisme.
“Demi Allah, mereka (Ikhwanul Muslimin) lebih saya cintai dari mereka semua (munafikin dan kaum sekuleris), “tutur Syaikh Al Ulwan.
Beliau menegaskan agar tidak bersama dengan barisan Yahudi, Nasrani, Koptik, preman, pengikut El-Baradei, orang-orang yang tidak bermoral dan pecinta dunia meskipun hanya sepenggal kata mendukung mereka.
Syaikh Al-‘Ulwan memberi nasehat kepada Ikhwanul Muslimin, “Akhi, janganlah berputus asa dan jangan gentar. Masih ada lagi episode selanjutnya. Jika kita rugi dalam satu putaran, maka perang belum berakhir. Karena pertarungan masih panjang,” tutur Syaikh.
Beliau mengingkari orang yang mengira bahwa yang mebela Ikhwanul Muslimin disebut sebagai Ikhwani, karena Muslimin dalam satu medan. Medan pertmpuran antara Al-Masyru’ Al Islam (proyek Islam) dan Al Masyru’ Al Ifsadi (proyek kerusakan).

 

*fimadani