ikhwan-aljazair

Adul Razzaq Maqri. Pemimpin Gerakan Masyarakat untuk Perdamaian, yaitu Partai terbesar yang berafiliasi pada Gerakan Ikhwanul Muslimin di Aljazair, menuntut kepada pemerintah Aljazair pada hari Jumat lalu untuk mengusir duta besa Mesir Izzudin Fahmi karena dianggap telah “menghina” Aljazair.

Maqri mengatakan dalam sebuah pidato kepada kader Gerakan masyarakat untuk Perdamaian,”kami menyerukan kepada pemerintah Aljazair untuk mengusir duta besar Mesir  yang berpihak pada kudeta militer di Mesir, dan menghina Aljazair beserta lembaga-lembaganya.” Ia menambahkan,” pelanggaran terhadap legitmasi di Mesir adalah akhir dari proses politik di dunia Arab, yang akan memunculkan kekerasan dan terorisme,” hal itu mengacu pada tindakan penahan yang dilakukan tentara terhadap Presiden Muhammad Mursi pada 3 Juli.

Maqri memperingatkan bahwa kudeta militer merupakan perampasan hak dan kehendak rakyat Mesir lalu menyerahkannya kepada segelintir orang  kemudian menghancurkannya secara permanen, seperti yang tejadi di Irak, dan yang kini terjadi di Suriah.

Sebagaimana yang dikutip oleh Kantor berita Anatolia,  urusan Luar Negeri Aljazair  pada hari Minggu lalu telah memanggil duta besar Mesir, Izzudin Fahmi, sebagai protes terhadap pernyataan yang dituduhkan kepadanya, dimana ia mengatakan,”ada perbedaan antara yang terjadi di Aljazair pada tahun 1992 dengan apa yang saat ini terjadi di Mesir, bahwa intervensi yang dilakukan tentara di Mesir bukanlah kudeta”, hal tersebut menunjukkan bahwa pa yang terjadi di Aljazair pada tahun 1992 adalah kudeta. Namun Fahmi menolak bahwa pernyataan tersebut darinya.(hr/it/eramuslim.com)