85923358

eramuslim.com. “Mesir harus menghindari perang saudara”, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan pada hari Rabu.

Ribuan pendukung Mursi berdemonstrasi di luar kantor perdana menteri dan berdemonstrasi di Kairo pada hari Rabu untuk mengecam pemerintahan yang didukung militer dan menunjukkan bahwa mereka tidak tunduk kepada perintah tentara.

Krisis di Mesir, yang melintasi jalur penting Terusan Suez, tentunya telah mengkhawatirkan Barat.

“Untuk menentukan status kudeta , ini jelas merupakan situasi yang sangat kompleks dan sangat sulit,” kata Kerry kepada wartawan dalam kunjungan ke Yordania, di mana dia mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Arab, ia menambahkan bahwa Washington tidak akan “terburu-buru untuk sebuah penghakiman.”

“Apa yang membuat sulit menentukan  itu, karena kejadian yang luar biasa di Mesir di antara hidup dan mati, potensi perang saudara dan kekerasan yang sangat besar, dan Anda sekarang telah memiliki sebuah proses konstitusional yang melaju sangat cepat.” Belanya atas tindakan militer dan pemerintahan hasil penggulingan Mursi

Komentarnya menggarisbawahi atas kekhawatiran AS tentang negara yang paling padat penduduknya di dunia Arab dan menyarankan bahwa Presiden Barack Obama tidak terburu-buru untuk menarik program bantuan untuk militer Mesir setiap tahunnya.

Urusan luar negeri Uni Eropa,  Catherine Ashton , pejabat senior internasional yang  mengunjungi pemerintahan  sementara Mesir dan, tidak seperti utusan AS yang datang dua hari lalu, dia juga bertemu dengan tokoh senior Ikhwanul Muslimin.

Namun, pemimpin Ikhwanul Muslimin, Amr Darrag mengatakan Eropa tidak mengajukan rencana apapun untuk menyelesaikan krisis. Pada kunjungan sebelumnya, pada bulan April, Ashton hanya berusaha membujuk Mursi untuk pembagian kekuasaan yang dimediasikan oleh utusan Uni Eropa. Tetapi Presiden Mursi kala itu tidak merespon. (Arby/Dz)