syahid
dakwatuna.con – Kairo.  Aksi kekerasan terus berlangsung pasca kudeta militer atas Pemerintahan yang sah di Negeri seribu piramid, Mesir. Korban-korban terus berjatuhan dari pihak demonstran yang menuntut untuk dikembalikannya pemerintahan yang sah kepada Presiden Mursi.
kubur
Pagi ini, aksi kekerasan juga terjadi di depan Markas Garda Republik. Tempat dimana Presiden Mursi ditahan. Terdengar suara tembakan yang diiringi dengan jatuhnya korban. Bahkan di antara korban tersebut terdapat ibu-ibu dan anak-anak. foto-foto yang kami terima hari ini memperlihatkan kondisi korban-korban tersebut. (msa/sbb/dkw)
@NermeenEzz-320x320

dakwatuna.com – Kairo.  Nermeen yang tinggal di apartemen berdekatan dengan mabes Garda Republik menceritakan melalui akunnya @NermeenEzz  apa yang disaksikannya pagi ini, Senin 8 Juli 2013:

–          Para demonstran menaiki bangunan apartemen, walaupun di bawah ada para polisi. Ada juga yang berada di depan pintu rumah

–          Kemah-kemah dihancurkan, banyak ambulan yang berdatangan

–          Di antara para demonstran itu ada ibu-ibu dan anak-anak. Tapi para polisi itu memukuli mereka, padahal mereka sedang melaksanakan shalat subuh. Sungguh mereka tidak punya perasaan sama sekali saat melakukannya.
peluru-Rabea
–          Tembakan-tembakan terdengar sangat kencang. Tercium bau sengat gas sampai ke rumahku, padaha jendela-jendela sudah ditutup. Banyak yang jatuh menjadi korban di mabes Garda Republik itu.

Sementara itu, Aaesha Khirat ElShater menulis di akun facebooknya:

“Kalian menggebek kantor-kantor kami dan membakarnya. Lalu kalian katakan bahwa kamilah orang-orang yang suka provokasi dan anarkis.

Kalian memasuki rumah-rumah kami tanpa ijin, lalu kalian katakan bahwa kalian adalah pelindung-pelindung kami.

Kalian membunuhi para demonstran damai, lalu kalian katakan bahwa kami adalah para pembunuh.

Kalian merampas ayah-ayah kami, lau kalian katakan kalian adalah para pelindung kami.

Kalian memobilisasi tentara, polisi, dan para preman, dengan memakai pakaian sipil, lalu kalian katakan bahwa kalian adalah mayoritas.
syuhada-pagi-ini
Kalian bermanuver dengan pesawat-pesawat perang di atas kami, seakan kami adalah musuh negara yang kalian perangi.

Kalian merampas kehendak dan pilihan kami, lalu kalian bersikap seperti orang yang mencintai kami. Padahal hati-hati kalian penuh dengan kebencian dan pengkhianatan. Karena kalian adalah tukang jagal dan penipu…

Tapi demikian, kami tidak mungkin akan menyerang dan tertipu lagi.. walaupun kalian membunuhi kami semua.. kami tetap akan teguh di jalan ini.. terus.. hingga kami akan bertemu dengan Rabb kami melaporkan kalian di sana.. Dengan ijin Allah, kami akan mengalahkan kalian.. sebentar lagi.”  (msa/sbb/dkw)

Redaktur: Saiful Bahri