الخثلان-هاشتاق

Anggota Haiah Kibar Al Ulama Arab Saudi, Syaikh DR Sa’ad Al Khatslani menasihatkan kaum Muslimin yang merasa gembira dengan kudeta militer yang melengserkan Presiden Muhammad Mursi. Menurutnya, bergembira dengan kudeta tersebut adalah tanda bahwa orang tersebut hanya memiliki sedikit taufiq dari Allah.

“Bergembira dengan pelengseran Mursi dan naiknya pemerintahan sekuler adalah bentuk sedikitnya taufik (dalam jiwanya),” ungkap guru besar Syariah Islam di Universitas Al Imam Muhammad ibnu Saud tersebut.

Ia menyatakan rasa duka dan gembira atas kudeta Mesir dapat disepadankan dengan perang Romawi dan Persia pada masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

“Ummat Islam dahulu bergembira dengan kemenangan Romawi atas Persia padahal keduanya adalah sama-sama kaum kafir, akan tetapi bangsa Romawi lebih dekat (secara akidah) kepada kaum muslimin karena mereka adalah Ahlul Kitab. Karena itu, Allah sSubhanahu wa Ta’ala mengabadikan kegembiraan kaum Muslimin tersebut dalam firman-Nya:  “Dan pada hari itu orang-orang beriman bergembira dengan pertolongan Allah” maksudnya adalah kemenangan Romawi atas Persia sebagaimana ditafsirkan para ahli tafsir.”

Ia menyatakan bahwa setiap Muslim yang benar agamanya dan rasa cintanya akan merasakan kesedihan atas pelengseran presiden yang menghafal seluruh Al Quran tersebut.

“Saya melihat bahwa setiap Muslim yang benar agamanya dan kecintaannya terhadap agama ini akan bersedih atas pelengseran Mursi, disertai sikap optimis bahwa Allah akan menjadikan akhir semua ini baik bagi Islam dan kaum Muslimin,” pungkasnya.