Liputan6.com, Jakarta : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku sudah dikeluarkan dari koalisi Sekretariat Gabungan (setgab) partai pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Nasib 3 menteri yang berasal dari PKS pun di ujung tanduk.

Menteri Pertanian Suswono santai menanggapi kabar partainya sudah didepak dari koalisi. “Tidak masalah, itu hak prerogatif presiden,” kata Suswono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Mengenai pernyataan Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah yang menyatakan Suswono sudah diberitahukan Presiden SBY kalau PKS sudah dikeluarkan dari koalisi, dia membantahnya. “Saya tidak tahu,” imbuhnya.

Ketika ditanyakan lebih dalam, Suswono enggan mengomentari. “Tanya ke partai,” ungkapnya.

Fahri mengatakan terkait dikeluarkan dari koalisi ini, posisi 3 menteri PKS yang sekarang menjabat diserahkan sepenuhnya pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kami bertahan pada sistem presidensialisme bahwa menteri merupakan pembantu presiden. Menteri adalah hak prerogatif presiden. Tidak boleh ada pihak luar yang mengintervensi hadir tidaknya menteri karena itu bertentanagan dengan kosntitusi,” kata Fahri. (Ary/Ism)

Iklan