Banda Aceh ( Berita ) : Massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Aceh berunjuk rasa di Kantor PT Pertamina Unit Pemasaran I Banda Aceh, Jumat [31/05], menolak kenaikan harga BBM.Dalam aksi tersebut, sekitar 20-an mahasiswa turuk mengusung spanduk bertuliskan "Tolak Kenaikan Harga BBM," "BBM Naik Rakyat Menderita."

Tuanku Muhammad, koordinator aksi, dalam pernyataan sikapnya mengatakan kenaikan harga BBM akan menambah masalah di masyarakat. Apalagi kenaikan ini jelang bulan puasa dan lebaran Idul Fitri.
"Kami juga menolak program bantuan langsung sebagai pengganti kenaikan BBM. Program ini sebagai upaya pembodohan terhadap rakyat dengan dalih kompensasi kenaikan BBM," katanya.

Ia mengatakan Indonesia belum memungkinkan menerima penghapusan subsidi BBM hingga adanya jaminan energi alternatif untuk menggantikan ketergantungan masyarakat terhadap energi minyak.
Selain itu, sebut Tuanku Muhammad, harga BBM memiliki efek terhadap perekonomian makro yang berimbas kepada melambungnya harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Masyarakat menengah ke bawah yang akan menerima imbas kenaikan BBM paling parah. Pemerintah tidak peka dengan dampak kenaikan BBM," ungkap Tuanku Muhammad.

Kepala Cabang PT Pertamina Banda Aceh Aribawa yang menerima pengunjuk rasa mengatakan kenaikan BBM merupakan wewenang pemerintah pusat. Pihaknya hanya menjalankan keputusan pemerintah. "Pertamina hanya menjalankan instruksi. Namun begitu, kami akan menyampaikan aspirasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM," katanya.

Usai mendengarkan penjelasan tersebut, massa membubarkan diri. Aksi tanpa pengawalan polisi tersebut berlangsung tertib. Aksi tersebut sempat menarik perhatian warga yang lalu lalang di Jalan Tgk Daud Beureueh, depan kantor Pertamina tersebut. (ant)

http://beritasore.com/2013/05/31/mahasiswa-demo-tolak-kenaikan-bbm/

—-

Para pendukung kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat adalah warga kelas menengah. Wajar kalau mereka tidak bisa merasakan betapa sulitnya warga kecil jika efek domino dari kenaikan BBM adalah kenaikan bahan pokok. Boro-boro bisa memenuhi kebutuhan mereka dalam hal berinternet ria, untuk makan saja sudah susah ditambah lagi harganya akan naik karena kenaikan BBM ini. Mana tanggung jawab anda pak presiden kepada masyarakan kecil yang merupakan mayoritas di negeri ini !