3. Netanyaho Ngumpet di Bungker

SALAM-ONLINE.COM: Tembakan rudal Hamas dari Jalur Gaza ke ibukota Israel, Tel Aviv, benar-benar di luar dugaan intelijen dan petinggi militer Is­rael.

Buktinya, demikian laporan dari Channel 10 Israel, Perdana Men­teri Benjamin Netanyahu harus ber­sembunyi di bunker meng­hin­dari serangan Hamas.

Netanyahu dipaksa pengawal-pengawalnya untuk bersembunyi di dalam sebuah bunker bawah tanah, guna menghindari sera­ngan rudal yang bertubi-tubi me­ngincar sasaran di sejumlah ba­ngunan di Tel Aviv secara acak.

Pertama kali dalam sejarah pendudukan (penjajahan) Israel di Palestina sejak 1948, siang dan malam waktu setempat, “ibukota” Israel, Tel Aviv dihajar rudal dan roket yang ditembakkan Mujahidin Hamas dari Jalur Gaza yang berjarak 75 kilometer.

Selama ini, warga Tel Aviv hi­dup damai. Ibukota mereka yang selama ini dikenal paling aman di seluruh kota-kota Israel, kini men­jadi sasaran tembakan Ha­mas, pasca serangan Israel ke Jalur Gaza. Bahkan, hingga ki­ni, penduduk Tel Aviv dila­por­kan hidup dalam ketakutan.

Begitu, memang, Israel. Sebenarnya Israel adalah bangsa yang pengecut, di samping culas, licik dan picik. Mereka sangat takut dengan Mujahidin. Karena Mujahidin berperang ingin mati syahid, sementara zionis Israel berperang ingin hidup dan kehidupan dunia.

Serangan Hamas dari Jalur Gaza ini merupakan serangan balik atas dijatuhkannya 150 rudal dari jet-jet tempur Israel dan balasan atas gugurnya Komandan Brigade Al-Qassam, Asy-Syahid Ahmad Al Jabari. (isa)-sumber: rmol.com