Canberra, Foto-foto tentara AS yang berpose bersama sisa-sisa jasad pengebom bunuh diri di Afghanistan menuai kecaman. Pemerintah Australia pun mengutuk foto-foto yang disebutnya “nista” dan tidak mencerminkan nilai-nilai pasukan koalisi.

Foto-foto yang dibuat tahun 2010 itu dimuat oleh harian Los Angeles Times pada Rabu, 18 April waktu setempat. Foto-foto ini menambah panjang daftar rentetan skandal yang telah memicu sentimen anti-Barat di Afghanistan.

“Itu mengerikan, itu nista. Mereka tak layak untuk apapun kecuali kutukan,” tegas Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith kepada stasiun televisi ABC seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/4/2012).

“Itu tidak mencerminkan nilai-nilai dan kebaikan Amerika Serikat atau NATO ataupun ISAF yang sedang kami coba lakukan di Afghanistan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan, mereka yang bertanggung jawab akan dihukum setimpal. Namun Panetta juga menyesalkan pihak Los Angeles Times yang tetap memuat gambar-gambar tersebut meski telah diminta untuk tidak melakukannya. Diingatkan Panetta, hal ini bisa memicu aksi balas yang kejam.

Los Angeles Times memuat 2 dari 18 foto-foto yang diberikan oleh seorang tentara AS. Salah satu foto memperlihatkan seorang prajurit berfoto dengan salah satu tangan tersampir di bahu kanannya. Foto lainnya memperlihatkan sejumlah tentara menyeringai di belakang kaki-kaki gerilyawan Taliban yang hancur.

Ini adalah insiden terbaru dari tentara AS di Afghanistan yang memicu ketegangan hubungan antara Kabul dan Washington. Sebelumnya muncul video tentara AS mengencingi mayat-mayat warga Afghanistan, membakar Quran dan penembakan beberapa wanita dan anak-anak Afghanistan oleh seorang sersan AS.

(ita/nrl)

Iklan