Pada edisi 22 Maret 2012 lalu, Palopo Pos memuat tulisan yang melecehkan umat Islam. Beberapa istilah mulia dalam Islam dipelesetkan dengan singkatan kata-kata yang tidak senonoh yang berkonotasi mesum.

Foto-Foto Demo Penghujatan Palopo Pos Terhadap Islam

Wajar kalau mahasiswa dan masyarakat di kota Palopo, Sulawesi Selatan berunjuk rasa memprotes harian Palopo Pos. Para demonstran menuntut agar Palopo Post meminta maaf kepada umat Islam dan pemimpin redaksinya Iwan Ibrahim di copot.

Menanggapi unjuk rasa ini, Iwan menyatakan tidak bermaksud menghina Islam. Ia juga minta maaf atas pemuatan artikel itu. Selain meminta maaf secara lisan, Iwan juga berjanji memuat permohonan maaf kepada umat Islam secara tertulis di Palopo Post. Demonstran bertekad akan kembali beraksi bila Palopo Post tidak menepati janji.

Ternyata, nama islami tidak menjamin seseorang berperilaku Islami. Seperti kata Rayhan, “Iman adalah mutiara yang tidak dapat diwarisi dari seorang ayah yang bertakwa”.

Sumber : Liputan6.com

Iklan