Jakarta (voa-Islam) – Soal perizinan perayaan kemerdekaan Israel tersebut, Ketua Panitia HUT Israel ke-63, Samuel Dahana rencananya akan mendatangi Polri esok pagi. Ia meyakinkan, bahwa dirinya tidak ingin memprovokasi untuk membuat kerusuhan. Seandainya polisi mencegah, ia  akan mematuhi polisi, tapi bukan berarti membatalkan.

“Kita nego. Mungkin tempatnya pindah, atau waktunya ditunda, misalnya. Kita taat hukum, dan akan patuh dengan polisi. Tapi bukan berarti membatalkan. Kalau bahasanya melarang, kita tetap ngeyel. Bukan membatalkan, tapi ditunda,” tandasnya.

Kabarnya, Kapolda tidak akan memberikan izin, karena sifatnya acaranya yang kontroversi dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas). “Kita tetap negosiasi dan melakukan dialog, berargumentasi, bukan dengan fisik. Suasananya bisa cair. Kita kan didukung oleh UUD 45 pasal 28. Kita diskusi saja, pake otak bukan pake otot,” ujarnya cengengesan.

Samuel mengaku, banyak hujatan, teror dan ancaman akan dibunuh lewat Facebook. “Tapi saya anti kekerasan. Kalau mau dipukul, ya pukul saja. Lagi pula saya tidak punya genk. Sampai saat ini, teror fisik belum ada, teror via telpon juga belum ada. Yang jelas, saya tidak bermaksud menyakiti hati umat Islam, juga tidak bermasuk memprovokasi umat islam. Saya senang jika ada dialog dengan umat Islam secara terbuka, bukan dengan kekerasan.”

Desastian

Iklan