JAKARTA (voa-islam.com) – Politik luar negeri Indonesia yang belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk menebar provokasi terhadap umat Islam.

Seseorang yang mengaku bernama Samel Dahana alias Unggun Dahana menyebarkan undangan terbuka di situs indonesianchristian, untuk bersama-sama menggelar perayaan Hari Kemerdekaan Israel dengan tujuan untuk menjalin persahabatan. Pada bagian atas situs tersebut terpampang header “Pengikut Kristus Pendukung Israel.” Tanggal 9 April 2011 Anggun memposting pengumuman berjudul “Peringatan Hari Kemerdekaan Israel di Jakarta” sebagai berikut:

“Saya, warga negara Indonesia Pro Israel, berinisiatif  merencanakan memperingati hari Kemerdekaan Israel dengan upacara Pengibaran  Bendera Israel dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Israel, pada tanggal 14 Mei 2011, bertempat di Jakarta.

Adapun lokasi tepatnya masih dalam tahap pertimbangan, untuk memudahkan peserta datang ke lokasi.

Namun sejumlah bendera dan atribut Israel telah dipesan, sambil menunggu kontribusi dan dukungan dari warga negara Indonesia yang mendukung Israel.”

Selain undangan HUT Israel, Unggun juga menyediakan software Alkitab (Bibel) yang bisa diunduh secara gratis.

Di account facebooknya, Unggun juga merilis event bertitel “Hari Kemerdekaan Israel Ke-63” tanggal 14 Mei 2011 pukul 9:00-12:00 di Jakarta – Indonesia” dengan detail keterangan sbb:

“63rd Israel Independence Day Ceremony in Jakarta-Indonesia. Acara: Upacara Pengibaran Bendera Israel, Menyanyikan Lagu Kebangsaan Israel “HATIKVAH,” Doa dan Pujian, dan ramah tamah. Pendaftaran: Kirim email ke: yerusalem.jakarta@yahoo.com.”

Tak jelas di mana acara kontroversial itu akan berlangsung. Unggun Dahana hanya meminta peserta yang berminat untuk bersiap-siap pukul 5:00 pagi di rumah masing-masing. “Untuk seluruh peserta hadirin, pada tanggal 14 Mei, mohon bersiap siap pukul 5:00 pagi di rumah masing-masing. Siap untuk bergerak ke arah selatan,” tulisnya.

Sementara itu, dalam siaran pers kepada media, Kamis (12/5/2011), Unggun Dahana menjelaskan bahwa acara perayaan itu akan digelar di sebuah lapangan di Jakarta Selatan pada Sabtu (14/5) di sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Nanti di lokasi akan dipasangi bendera.

Unggun menjelaskan, latar belakang acara ini adalah: Sebagai warga negara yang cinta Proklamasi Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi Kedaulatan Republik Indonesia.

Sedangkan tujuan acara adalah: Mengakui dan menghormati Kedaulatan Israel sebagai Negara Yahudi.

Unggun yang mengaku pria asal Yogya lulusan ITS berusia 48 tahun ini menuturkan, acara perayaan kemerdekaan itu nantinya akan dimulai dengan upacara pengibaran bendera merah putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan naskah proklamasi Indonesia dan juga Pancasila.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Israel dengan diiringi lagu kebangsaan Hatikvah. “Selanjutnya pembacaan deklarasi kemerdekaan Israel, doa untuk perdamaian dunia dan keamanan di Indonesia,” jelas Unggun yang mengaku baru sebulan ini terang-terangan mendukung Israel, kepada detikcom, Kamis (12/5/2011)..

Unggun berharap acara yang digelarnya ini bisa membuka kontak persahabatan antara Indonesia dan Israel. “Agar hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel segera dibuka. Berkatilah Israel dan Indonesia akan diberkati,” tutur Unggun yang mengaku bekerja sebagai konsultan migas ini.

Meski ulahnya menghebohkan publik, namun Unggun menyangkal tuduhan mencari sensasi. “Saya tidak mencari sensasi, saya ingin merayakan secara sederhana, paling sekitar 5-10 orang saja,” kata Unggun saat dikonfirmasi.

Unggun yang lahir dan besar di Yogya ini mengaku tidak khawatir dirinya akan dihujat atau diserang pihak tertentu yang anti Israel. Karena dia menggelar acara ini dengan niat mulia, untuk perdamaian.

“Saya ingin melaksanakan dengan maksud damai, murni ingin mewujudkan perdamaian Israel dan Palestina,” jelas Unggun.

Baru sebulan ini, Unggun terang-terangan memproklamirkan dirinya pro Israel. Karena sebagai penganut kristiani, dia hanya melaksanakan ajaran Tuhan. Namun untuk acaranya ini, Unggun belum memberitahu polisi. “Belum, kita belum ajukan izin,” tutur pria yang belum pernah ke Israel itu.

Tak usah terlalu serius menanggapi sepak terjang Unggun Dahana di dunia maya yang sangat menggelikan itu. Kepada wartawan, ia menegaskan bahwa acara yang digagasnya hanya diikuti oleh sekitar 5-10 orang saja. Lantas untuk apa sejak tanggal 9 April 2011 ia mengajak khalayak untuk mengikuti perayaan HUT Israel? Sebuah lelucon yang tidak lucu dari orang bingung yang mengaku berasal dari komunitas “Pengikut Kristus Pendukung Israel” rupanya. [taz/dtk]

Iklan