Eramuslim.com, Senior pejabat keamanan Pakistan mengatakan bahwa putri Usamah bin Ladin menyatakan bahwa ayahnya telah ditangkap dalam keadaan hidup namun kemudian ditembak mati oleh Pasukan Khusus AS yang melakukan serangan terhadap rumah yang dilaporkan sebagai tempat tinggal pemimpin Al-Qaidah itu di Abbottabad pada minggu malam lalu.

Dikutip Alarabiya dari pernyataan seorang pejabat keamanan Pakistan, putri Usamah bin Ladin yang masih berusia 12 tahun merupakan salah satu dari dua wanita yang dibawa ke tahanan dari kompleks bin Ladin oleh pasukan Pakistan.

“Selama penyelidikan awal, putri Usamah bin Ladin mengatakan mereka pindah ke rumah di Abbottabad lima hingg enam bulan yang lalu,” kata pejabat Pakistan, menambahkan bahwa ia tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang kenapa bin Ladin pindah ke rumah tersebut.

Selama penyelidikan, putri Usamah bin Ladin mengatakan kepada para penyelidik Pakistan bahwa pasukan AS menangkap ayahnya dalam keadaan hidup-hidup, tetapi kemudian menembak mati ayahnya di depan seluruh anggota keluarga.

Menurut sumber, Usamah Bin Ladin tinggal di lantai dasar rumah dan kemudian diseret ke lantai atas untuk kemudian dibawa dengan helikopter setelah sebelumnya ditembak mati oleh pasukan AS.

“Tidak ada satu peluru pun yang ditembakkan dari kompleks rumah bin Ladin ke arah pasukan AS dan helikopter mereka. Helikopter mereka jatuh karena beberapa kesalahan teknis puing-puingnya masih tersisa di tempat,” kata seorang Pakistan.

Para pejabat keamanan mengatakan mereka tidak menemukan senjata dan bahan peledak selama pencarian secara rinci dari tempat tinggal Bin Ladin pada hari Senin dan Selasa lalu. Juga, kata mereka, tempat tinggal bin Ladin adalah sebuah rumah “sederhana” yang terdiri dari 13 kamar, enam di lantai dasar dan sisanya di lantai pertama dan kedua.

“Tidak ada bunker atau terowongan di dalam rumah dan itulah sebabnya saya tidak mengerti mengapa orang yang paling dicari di dunia akan memutuskan untuk tinggal di sini,” kata seorang pejabat senior Pakistan. (fq/aby)