Assalamu’alaykum Rekans,

Sudah lama saya mencari artikel yang memuat profil ttg mahasiswi ini. Alhamdulillah, akhirnya Alloh mempermudah saya untuk mendapatkan artikel ini dari blog seseorang yang saya cari di google. Sebelumnya saya pernah melihat profilnya di DAAI TV, tapi hanya bbrp menit saja. Pada tanggal 13 Juni 2008 lalu mahasiswi ini diundang sebagai tamu pada acara yang diselenggarakan oleh Kerohanian Islam Trisakti Jakarta. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.. …dan tolong disebar ya!! Terima kasih.

Wassalamu’alaykum

Mahasiswi (Akhwat) Pemulung

Namanya Ming Ming Sari Nuryanti. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa terpandai di kelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia..” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)

Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.

Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan.. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu.. (can you imagine it ?)

Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.

Ini adalah cerita nyata yang aku saksikan dalam tayangan berita MATAHATI di DAAI TV sore kemarin (26/5/2008). Sungguh episode yang membuat bulu kuduku merinding dan mataku berkaca-kaca. Ini beberapa ekspresiku : (kalo ada yang aneh, sensor aja ya hehehehe..)

1. Astaghfirullah. Gimana bisa aku masih sering mengeluh hanya karena tabungan ga nambah-nambah? Bodoh.
2. Gila…(sensor) . Bagaimana dia bisa berjalan 10 km perhari? Aku aja jalan 20 menit ke kantor tiap pagi dan sore sudah merasa capek banget. Lemah.
3. Subhanallah. Semangatnya itu loh. Kalau dengar dia berkata-kata, sepertinya tidak ada rasa minder, malu, bahkan dia sangat yakin. Oh girl, you so great. Wonderfull.

———— ——— ——— ——— ——— —-
astaghfirullah. …makanya, suka malu kalo banyak ngeluh….padahal, yang saya keluhkan hal hal yang gak penting….. .
ah, semangat…. ..

Sumber : http://ketupatfavorit.blogspot.com/2008/06/mahasiswi-akhwat-pemulung.html

Iklan