Hidayatullah.com–Sementara rakyat Amerika Serikat bersorak-sorai atas berita kematian Usamah bin Ladin, sebagian orang di kota Mumbai, India — negara tetangga yang tidak akur dengan Pakistan — meragukan kebenaran beritanya.

Ramesh Sable, redaktur senior televisi berita Marathi tertawa saat dimintai pendapatnya tentang kabar kematian Usamah bin Ladin, orang yang paling dicari-cari Amerika Serikat.

“Siapa yang tahu, orang yang dibunuh mungkin bukan Usamah bin Ladin yang asli, melainkan salah satu klonnya,” kata Sable.

Sulit mempercayai bahwa Bin Ladin telah dibunuh, kata Prakash Dhotre, seorang profesional teknologi informasi di sebuah perusahaan multinasional. Alasannya, Amerika Serikat pernah mengumumkan hal yang sama dua tahun lalu.

“Berapa kali Amerika akan membunuh Usamah? Menurut saya (dengan terbunuhnya Bin Ladin), bukannya tercipta perdamaian dunia, malah akan memunculkan ratusan Bin Ladin lainnya,” jelas Dhotre.

Banyak orang yang tidak yakin bahwa pembunuhan atas Bin Ladin akan merugikan Al-Qaidah.

“Malah Al-Qaidah akan tumbuh semakin kuat dan menciptakan lebih banyak masalah bagi pasukan AS dan Eropa,” kata Rahul Sirsat, seorang analis politik.

Ditanya apakah gembira dengan terbunuhnya Bin Ladin, Shafiq Qureshi, seorang pakar ekonomi di Universitas Mumbai berkata, “Tentu saja saya tidak gembira. Dan juga tidak ada alasan untuk gembira.”

“Serangan itu merupakan serangan pengecut yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan bantuan dan dukungan aktif dari pemerintah Pakistan, (negara) yang dipimpin oleh seorang presiden impoten,” tegas Qureshi.

Televisi Aljazeera (02/5) mewawancarai Jahangir Khan, seorang pria penduduk setempat yang tinggal tidak jauh dari rumah yang diyakini menjadi tempat persembunyian Bin Ladin. Dia mengatakan tidak percaya jika yang dibunuh di tempat itu adalah Bin Ladin.

“Mungkin orang lain, tapi bukan Usamah,” kata Khan yakin.

Khan sering melewati daerah itu pada malam hari bersama isterinya, karena ia memiliki sebuah rumah lain yang ditempati oleh sepupu temannya. Dan selama ini tidak pernah melihat hal yang mencurigakan.

Usamah bin Ladin, katanya, seperti burung yang terbang, tidak mungkin turun ke daerah seperti itu. Lagipula kawasan tempat tinggalnya adalah kawasan tertutup, di mana orang yang keluar masuk dimintai identitas.

Bin Ladin diserbu di sebuah rumah besar — yang menurut berbagai media merupakan rumah mewah — di kota kecil Abottabad, sebelah utara ibukota Islamabad. Kota itu terletak di daerah perbukitan dan dikenal sebagai kota wisata. Rumah yang diyakini menjadi tempat persembunyian Bin Ladin terletak tidak jauh dari akademi militer Pakistan.*

Sumber : an/ajz
Red: Dija

Iklan