VIVAnews – Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, membantah keras tuduhan bahwa negaranya melindungi gembong al-Qaeda, Osama bin Laden, yang akhirnya tewas di tangan pasukan khusus militer Amerika Serikat.

“Sejumlah media di Amerika berpendapat Pakistan kurang mampu dalam memberantas terorisme. Lebih buruk lagi, kami dinilai gagal, bahkan melindungi teroris yang kami kejar. Spekulasi seperti itu mungkin menarik bagi media, tapi tidak mencerminkan fakta yang ada,” tulis Zardari dalam kolom opini di The Washington Post.

Zardari menegaskan bahwa perang melawan terorisme bagi Pakistan sama pentingnya dengan perang melawan terorisme yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Zardari mengingatkan, Pakistan merupakan salah satu negara yang paling dirugikan oleh terorisme, karena berada di daftar negara yang menjadi target al-Qaeda bersama AS, Inggris, Spanyol, Indonesia, Afganistan, Turki, Yaman, Kenya, Tanzania, Mesir, Arab Saudi, dan Aljazair.

Pakistan pun, kata Zardari, merasa lega karena Osama sebagaai sumber terorisme telah berhasil ‘dibungkam,’ sehingga korban tragedi 11 September beroleh keadilan. Ia menekankan, pemerintah Pakistan sama sekali tidak mengetahui di mana tempat persembunyian Osama selama ini. “Dia tidak berada di lokasi manapun yang kami prediksi sebelumnya. Tapi kini dia telah tiada,” kata Zardiri.

Zardari juga menegaskan bahwa tewasnya Osama tidak dapat dilepaskan dari peran Pakistan dalam upaya pemberantasan terorisme. “Meskipun kami tidak terlibat dalam operasi itu, namun kerja sama antara AS dan Pakistan selama satu dekade akhirnya berujung kepada tewasnya Osama bin Laden,” ujar Zardari. Ia menambahkan, Pakistan selama ini telah membayar mahal operasi melawan terorisme.

“Tentara kami lebih banyak yang tewas daripada tentara NATO. Kami juga kehilangan 2.000 petugas polisi dan 30.000 warga sipil yang tak bersalah,” tutur Zardari. Perburuan terhadap Osama, kata Zardari, bukan sekedar persoalan politik, namun juga personal, karena Osama-lah yang berada di balik pembunuhan Benazir Bhutto, pemimpin Pakistan sebelumnya yang juga istrinya.

Pada akhirnya Zardari menyatakan, pemerintah Pakistan mendukung langkah yang telah dilakukan Presiden AS Barack Obama dalam mengejar Osama. Zardari juga mendukung ucapan Hillary Clinton untuk semakin memajukan dan memperkuat kerjasama dan kemitraan kedua negara dalam hal terorisme. “Kami memang belum memenangkan perang (melawan terorisme) ini. Tapi kami kini dapat melihat dengan jelas awal dari sebuah akhir yang gemilang,” kata Zardari.

“Negara kami telah menderita dan berkorban. Kami telah berjuang dengan berani. Pada akhirnya, kami akan menang. Demi istri saya Benazir Bhutto yang telah menjadi martir, kebenaran, keadilan, dan kekuatan sejarah ada di sisi kami,” tutup Zardari.

Iklan