alt

Jakarta (SI ONLINE) – Pernyataan anggota DPD AM Fatwa yang mengatakan tidak heran jika pimpinan Ponpes Al Zaytun identik dengan pimpinan NII Komandemen Wilayah IX (NII KW IX) dekat dengan TNI dan Intelijen, dibenarkan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), H Chep Hernawan.

Sebagaimana dikutip dari http://www.mediaindonesia.com, Rabu (27/4), AM Fatwa menegaskan intelijen sengaja memelihara NII untuk disusupi. Mantan tahanan politik Orde Baru itu meyakini kedekatan pimpinan NII KW IX Abu Toto atau Panji Gumilang dengan Intelijen dimulai sejak Orde Baru.

“Ya ini memang unik, pemimpin NII KW IX Panji Gumilang memang pemimpin Tentara Islam Indonesia (TII), dia mendapat bantuan dari militer era Suharto dan luar biasa asetnya itu. Memang ada hubungan emosional antara Panji Gumilang dengan TNI dan Intelijen,” ungkap tokoh Islam yang pernah 9 tahun meringkuk dalam tahanan Orde Baru itu.

Sementara itu H Chep Hernawan kepada SI Online menegaskan, NII KW IX memang selalu menari-nari diatas genderang orang lain, dalam hal ini Intelijen. “NII KW IX memang selalu dimainkan pihak Intelijen. Jadi mereka menari bukan diatas genderangnya sendiri tetapi genderang Intelijen. Mereka bertujuan untuk menjerat, menyudutkan dan memporakporandakan strategi serta menghancurkan dan memperburuk citra umat Islam Indonesia,” tegas H Chep Hernawan, Jum’at (29/4).

Menurut H Chep Hernawan, selama ini Panji Gumilang dikenal sebagai orangnya Ali Moertopo dan Hendropriyono. Mereka orangnya pemerintah yang sengaja mencari orang Islam yang masih istiqomah dan eksis dalam pergerakan dibujuk untuk mendirikan Negara Islam. Namun setelah itu mereka akan dibantai. Jadi Abu Toto ini spionnya pemerintah.

“Jadi kita jangan mendeklarasikan diri sebagai pejuang Islam di NII KW IX. Lebih baik mendeklarasikan diri diluar saja. Kita sudah tahu siapa dia sesungguhnya,” ungkap H Chep Hernawan yang memimpin 11.000 laskar Garis tersebut. (*)

Rep: Abdul Halim

Iklan