alt

Bandung (SI ONLINE) – Ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI), KH. Athian Ali M. Da’i, menyatakan siap menyerahkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan tindakan hukum tegas bagi Negara Islam Indonesia (NII) KW IX. Athian mengatakan, setidaknya sudah 17 tahun ada negara di dalam negara yang dibiarkan hidup oleh Pemerintah.

Menurut Athian, ada kepentingan politik di belakang aksi pembiaran NII. “Dan umat Islam yang menjadi korban,’’ kata Athian seperti dikutip Republika, Jumat (29/4/2011).

Athian menyatakan, FUUI tak akan mengutak-atik masalah politik itu. Tapi, hal  terpenting adalah umat Islam yang terjebak NII itu harus diselamatkan. Pada 2001 saja, Athian menyebut sudah ada sekurangnya 168 ribu orang yang direkrut NII pimpinan Panji Gumilang.

Pesantren megah Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang di Indramayu disebut mantan “Menteri NII KW9″ Imam Supriyanto sebagai pusat NII KW9. Dalam sebuah perbincangan eksklusif TV One (27/4), Imam Supriyanto mengatakan, dalam sebulan ia dulu bisa menyetor Rp 10 Milyar ke “pusat”. Reporter TV One menanyakan, pusatnya di mana, yang ditanya menjawab, “ya ke Al Zaytun” sebagai pusatnya.
Uang itu bisa didapat melalui upaya mencuri dari orang tua atau majikan yang dianggap sebagai harta Fai. Sang mantan menteri akhirnya menyadari bahwa apa yang dilakukannya sangat jauh dari perjuangan Islam. Lalu terkuaklah  bahwa istilah negara Islam dalam kasus NII yang diisukan sebagai KW9 ini hanya untuk mengumpulkan uang.

Pengamat gerakan Islam, Al Chaidar, mempertanyakan, mengapa polisi tidak mengusut bukti-bukti yang sudah mengarah kepada NII KW6 dan Al Zaytun, sebuah lembaga pesantren di Indramayu. Menurutnya, kalau bicara Al Zaytun, berarti mengarah kepada mantan kepala BIN, AM Hendropriyono, Karena ia adalah pelindung lembaga itu.

Red: M Syah Agusdin
Sumber: ddhk/JPNN