Hidayatullah.com — Direktur NII Crisis Center Ken Setiawan yang juga mantan NII Al Zaytun, mengaku khawatir dengan meluasnya korban gerakan NII KW 9 di Indonesia karena targetnya bukan saja mahasiswa tapi juga pelajar.

Belum lama ini, Ken menyebutkan, ada mahasiswa salah seorang korban gerakan ini yang menipu orang tuanya dengan nilai 20 juta dalam rangka untuk pembersihan dosa di gerakan NII Al Zaytun.

“Jelas itu salah. Tapi ketika saya dulu masih aktif di NII, itu saya anggap prestasi karena bisa memberikan kontribusi kepada NII,” kata Ken kepada Hidayatullah.com, Jum’at (1/4) malam.

Ken menceritakan, pemahaman yang kerap dicekoki pimpinannyaa saat dirinya masih menjadi anggota NII bahwa semua orang di seluruh dunia adalah kafir jika belum masuk NII, termasuk orang tua sendiri.

“Jadi harta dan darah halal untuk diambil walaupun sebenarnya kasihan,” kisah Ken.

Tapi lantaran instruksi pimpinan sepeti itu, dirinya yang pada saat masih menjadi anggota di tahun 2000 sampai 2002 hanya bisa sami’na wa atho’na (mendengar dan taat). Bahkan, lanjut Ken, anggota acap dicekoki bahwa semakin banyak mereka menipu atau meyumbang dianggap semakin sholeh.

Untuk itu, dalam rangka membendung kian gencarnya gerakan ini, Ken mendirikan NII Crisis Center sebagai lembaga advokasi dan informasi seputar kiprah, fakta fakta serta kisah korban NII. Ia juga mendirikan laman internet sebagai saluran info terbaru tentang gerakan NII KW9, juga merupakan sarana untuk saling silang kabar tentang maraknya korban NII KW9 di dekitar masyarakat.

“Yang jelas isu NII digunakan untuk menjerat para generasi muda dengan dalih perjuangan menegakan hukum islam di Indonesia,” imbuh mantan NII Al Zaytun ini.

Hal itu terbukti dengan adanya sejumlah temuan NII Crisis Center yang menengarai gerakan NII telah masuk ke lingkup Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kemrarin saya nanganin korban di salah satu SMA Bogor. Banyak murid yang sudah kena, bahkan gurunya ada 7 orang yg sudah dipastikan masuk NII,” ungkap Ken.*

Foto: Seminar Kupas Tuntas NII KW-9 di Masjid Bahrul Ulum, Kampus Politeknik TEDC, Cimahi, Bandung 

Rep: Ainuddin Chalik
Red: Cholis Akbar

Artikel Terkait :