JAKARTA (voa-islam.com) – Ormas-ormas Islam mengutuk aksi pemboman di masjid Mapolresta Cirebon sebagai tindakan biadab yang tidak menghormati kemuliaan ajaran Islam, kesucian masjid dan keagungan hari Jum’at. Pihak berwajib dan pemerintah harus mengusut tuntas dan menangkap aktor intelektualnya.

Sehari pasca peledakan bom di Masjid Az-Zikra Mapolresta Cirebon Jawa Barat, ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Dakwah Khusus menggelar pertemuan dan silaturrahim ormas Islam di Gedung Menara Da’wah Jakarta, Sabtu (16/4/2011).

Pertemuan yang diadakan khusus untuk menyikapi kasus bom Cirebon itu dihadiri oleh berbagai utusan ormas Islam, di antaranya: H Abdul Wahid Alwi MA (Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia), Rasyid Muhammad (KB PII), Tasyrifin Karim (Dewan Masjid Indonesia), Mahladi (PP. Hidayatullah), Zainal Arifin (DA’INA), Rahman (PP Parmusi), Mohammad Noer (Al Irsyad Al Islamiyah), M. Taufik Rahman ( DPP Partai Bulan Bintang), dan KH Ahmad Cholil Ridwan Lc (BKsPPI).

Kepada voa-islam.com, koordinator Pokja Dakwah Khusus KH Syuhada Bahri menyatakan keprihatinan yang mendalam kepada para korban dan keluarga insiden tersebut, yang mayoritas korban adalah anggota kepolisian. Aksi pemboman itu dinilai sebagai tindakan biadab yang bertentangan dengan ajaran Islam. “Kami mengutuk tindakan biadab yang tidak menghormati kemuliaan ajaran Islam, kesucian masjid dan keagungan hari Jum’at,” ujar Syuhada Bahri dalam Siaran Pers yang dikirim via email, Ahad (17/4/2011).

Supaya tidak memperkeruh suasana kondusif, Pokja Dakwah Khusus mendesak pihak berwajib dan pemerintah agar segera mengusut tuntas dan transparan atas insiden tersebut hingga aktor intelektual yang ada di belakangnya.

….Rapatkan barisan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya fitnah baru yang dialamatkan kepada umat Islam….

Dengan insiden yang mencoreng Islam tersebut, Pokja Dakwah Khusus mengkhawatirkan kemungkinan adanya fitnah baru terhadap umat Islam. Maka Pokja mengimbau umat Islam dan seluruh komponen masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan jangan terpengaruh pernyataan berbagai kalangan yang ingin memojokkan Islam.

“Rapatkan barisan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya fitnah baru yang dialamatkan kepada umat Islam,” imbau Syuhada Bahri yang juga Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia itu. “Masyarakat jangan terpengaruh oleh pernyataan dan komentar yang tidak akurat yang dapat memojokkan umat Islam dan ajarannya,” tambahnya. [taz]

Iklan