JAKARTA (voa-islam.com) – Bom bunuh diri di Masjid Adz-Dzikra Mapolres Cirebon saat jamaah yang kebanyakan anggota polisi sedang menunaikan shalat Jum’at, (15/4/2011) ditengarai sebagai operasi intelijen untuk  mengadudomba antara umat Islam dengan polisi.

Demikian pernyataan sikap Forum Umat Islam (FUI)  yang diterima voa-islam.com, Sabtu (16/4/2011).  Pemboman di masjid itu, menurut FUI adalah perbuatan biadab yang bertentangan dengan prinsip ajaran Islam. Karenanya, FUI mengecam aktor dan pelaku pemboman jamaah masjid yang sedang shalat itu sebagai tindakan yang justru menyerang simbol dan ajaran Islam.

“Pelaku dan aktor intelektual yang  ada di belakangnya adalah orang yang  tidak paham fiqih jihad, sebab dalam fiqhul jihad sama sekali tidak dibenarkan melakukan penyerangan terhadap rumah ibadah, apalagi masjid,” jelas Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath.

….Pelaku dan aktor intelektual yang  ada di belakangnya adalah orang yang  tidak paham fiqih jihad….

Bom bunuh diri yang terjadi menyusul teror bom buku beberapa waktu lalu yang hingga kini belum terungkap, disinyalir FUI sebagai teror yang tidak bisa dipisahkan dari operasi intelijen untuk membusukkan Islam.

“Pemboman tersebut erat kaitannya dengan operasi intelijen untuk pembusukan Islam,” lanjut Al-Khaththath.

Untuk menjaga suasana kondusif, FUI mengimbau kepada seluruh komponen umat Islam agar merapatkan barisan dan mewaspadai makar intelijen yang berupaya mengadu domba sesama umat Islam.

….Pemboman tersebut erat kaitannya dengan operasi intelijen untuk pembusukan Islam….

“Pemboman di masjid Mapolres itu merupakan upaya adu domba antara polisi dengan umat Islam,” tegas Al-Khaththath. “Rapatkan barisan dan waspadai upaya adu domba antara umat Islam,” imbaunya. [silum]

Iklan