Eramuslim.com, Ratusan kaum sufi Mesir berkumpul di kota Tanta Kamis malam lalu untuk merayakan peringatan seorang tokoh sufi yang dihormati al-Sayyid Ahmad al-Badawī. Mereka mengadakan pawai di seluruh kota dan membagikan beberapa selebaran yang menyerang Salafi dan menyebut Salafi sebagai musuh-musuh Islam.

Salah satu pawai dimulai dari masjid Sidi Ezz al-Din al-Regal Masjid, melewati markas Dr Muhammad Kamal al-Bahey, penerus terakhir al-Badawi, dan berakhir di masjid al- Badawi di mana mereka secara terorganisir membentuk lingkaran zikir.

Mereka memegang bendera berwarna dan spanduk yang bertuliskan nama thariqah mereka, tarikat al-Bakriyah. Pengikut tarikat al-Bakriyah juga membawa tongkat kayu yang dibungkus kain yang mereka katakan itu kemeja Nabi Muhammad.

Puluhan aktivis sufi membagikan selebaran yang berjudul “Siapa Salafi?” yang menggambarkan gerakan Salafi sebagai “kelompok garis keras Islam” dan mengatakan ada kelompok Salafi yang menjadi tentara bayaran yang merupakan musuh Islam paling berbahaya.

Kedua kelompok Sufi dan Salafi saling berargumen panas akhir-akhir ini terkait tentang menziarahi “tempat keramat” tokoh agama. Salafi percaya bahwa praktek seperti itu adalah suatu bentuk politeisme yang melanggar hukum Islam atau ajaran Bid’ah.

Kaum Sufi Mesir telah menyerukan untuk diadakannya seminar dalam upaya menjelaskan tasawuf dan membiasakan orang-orang dengan praktik seperti yang mereka lakukan.

Tetapi pada saat kelompok agama lainnya, termasuk Salafi, semakin terlibat dalam publik dan terlibat dalam politik, Syaikh Abdel Hady al-Qasaby, ketua Dewan Tertinggi tasawuf Mesir, mengatakan kepada para syaikh sufi untuk menjauh dari dunia politik.

Dia mengatakan selama konferensi bahwa sufi tidak bercita-cita untuk memerintah dan menegaskan bahwa mereka hanya berusaha untuk beribadah kepada Allah.

Al-Qasaby menunjukkan bahwa telah ada beberapa seruan antara syaikh sufi dan Salafi untuk memperbaiki hubungan di antara mereka.

Dia mengatakan bahwa para syaikh sufi telah meminta Menteri Dalam Negeri melindungi “tempat keramat” mereka, setelah banyak dilaporkan diserang oleh kelompok Salafi.(fq/almasryalyoum)