Siapakah Yang Layak Disebut Ahli Bid’ah

Tidak semua orang yang melakukan bid’ah lantas disebut ahli bid’ah. Terdapat penjelasan cukup bagus mengenai hal ini dari Dr. Luthfullah bin Abdul Azhim Khaujah. Beliau mengatakan :

Ahli bid’ah adalah orang yang mengadopsi manhaj bid’ah. Ahli bid’ah bukanlah orang yang sekedar terjerumus kedalam bid’ah. Sebab, orang yang terjerumus ke dalam bid’ah terkadang karena mentakwil, salah, bingung, terpaksa, atau udzur lain. Allah menerima udjur orang yang melakukan kesalahan karena ijtihad.

Jadi orang yang mengadopsi manhaj bid’ah itulah yang sah disebut ahli bid’ah karena ia bersikeras mempertahankan manhaj bid’ahnya tersebut dan karena ia merintis jalan yang menyelisihi petunjuk nabi. Di atas jalan itu, dia membangun banyak penyimpangan yang tiada terhitung. Misalnya, orang yang mengadopsi manhaj rasionalisme dan mendahulukannya terhadap nash syar’i. Orang yang mengadopsi manhaj perasaan dan kashaf serta mendahulukannya terhadap nash syar’i. Demikian pula orang yang mengadopsi manhaj penolakan terhadap As-Sunnah secara total (ingkarus sunnah)

Oleh karena itu, harus dibedakan antara orang-orang yang terjerumus kedalam perkara-perkara bid’ah dan orang-orang yang bermanhaj bid’ah. Bermajelis dengan kelompok pertama tentu tidak sama dengan bermajelis dengan kelompok kedua.

Sumber : http://www.islamtoday.net/fatawa/quesshow-60-52756.htm Diakses pada 14 Juli 2010 pukul 06.00 WIB
Syubhat Salafi, Jazera, Februari 2011

Artikel Terkait :