Eramuslim.com, Puluhan orang cedera dalam bentrokan antara demonstran anti dan pro pemerintah  di kota utara Yordania, Zarqa.

Bentrokan pecah pada hari Jumat kemarin (15/4) setelah kedua belah pihak mulai saling melemparkan batu satu sama lain. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa.

Seorang juru bicara polisi mengatakan enam perwira ditikam dan 34 lainnya luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Demonstrasi anti-pemerintah di Zarqa, yang diselenggarakan oleh kelompok Salafi, berbeda dari gelombang aksi protes selama 14-minggu anti-pemerintah di Yordania, yang menuntut reformasi demokrasi di kerajaan.

Para demonstran, yang telah menunjukkan aksi mereka selama beberapa minggu terakhir, menyerukan pembebasan 90 tahanan Salafi. Gerakan Salafi sendiri dilarang di Yordania.

Sementara itu di ibukota, Amman, demonstran anti-pemerintah berbaris ke balai kota untuk melakukan aksi duduk setelah shalat Jumat untuk menuntut kebebasan politik yang lebih besar.

Sambil mengibarkan bendera Yordania, para pengunjuk rasa meneriakkan, “Kami mengorbankan darah dan jiwa kami untuk Reformasi sistem di Yordania.”

Tidak seperti gerakan protes anti-pemerintah di kawasan Timur Tengah, warga Yordania tidak berusaha menjatuhkan penguasa mereka. Demonstran hanya menyerukan beberapa pengurangan kekuasaan Raja Abdullah II.

Para pengunjuk rasa menuntut pemilihan umum yang bebas dan adil dan mengakhiri korupsi. Mereka juga menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Marouf al-Bakhit, reformasi parlemen, dan para pejabat korup untuk diadili. (fq/prtv)