Jika Anda  bisa menjadi pendengar saja dalam suatu majlis, maka lakukanlah.Ini adalah termasuk bentuk  saling mendorong dan memotivasi yang dilakukan generasi terdahulu ( salaf) disaat manusia pada umumnya saling berlomba untuk berbicara.

Ibnu Mas’ud berkata :

إنْ استطعْتَ أنْ تكُون أنْتَ المُحدَّثْ فافعل

Jika Anda dapat menjadi pendengar ,maka lakukanlah”.

Dengan memilih menjadi pendengar, maka Anda menjadi seorang yang mengambil faedah dari orang lain.

Akan tetapi, apakah ini berlaku secara umum? Dan apakah seseorang sepanjang hidupnya terus-menerus menjadi pendengar saja dan tidak mengerjakan sesuatu? Jawabnya :Tidak.Jika kondisinya terdapat orang-orang yang sepadan,dimana mereka dapat saling memberi faidah satu sama lain, maka bersemangatlah untuk memposisikan diri menjadi orang yang mengambil faidah. Adapun apabila dimajlis tersebut terdiri dari  orang  yang berilmu dan orang bodoh, maka hendaklah orang yang  berilmu memberikan faidah sedangkan yang bodoh yang mengambil manfaat.

Kami tidak mengatakan kepada yang berilmu : “Tunggu, biarkan dia (yang bodoh) saja yang berbicara” atau kepada orang yang lebih tua berkata: ”Tunggu, biarkan dia (yang lebih muda) yang berbicara”.Tidak demikian.Apabila dalam majlis tersebut terdiri dari orang yang selevel ilmunya yang setiap mereka sebenarnya dapat saling memberi manfaat, kemudian salah seorangnya hendak memberikan wasiat kepada para sahabatnya ,maka bersemangatlah untuk  mengambil manfaat darinya.Karena yang paling penting bagi seorang manusia adalah memperbaiki dirinya sendiri.

Dengan mengambil sikap seperti ini,juga berarti dia berusaha mengekang hawa nafsu,dimana  pada sebagian besar manusia pada umumnya berambisi  menjadi dikenal dan menguasai pembicaraan tanpa memberi kesempatan pada orang lain.Walaupun sebagian manusia yang menguasai pembicaraan tersebut ada yang memang memberi manfaat.

Kami katakan: “Tidak, wahai saudaraku. Tetaplah bersemangat untuk menjadi pendengar yang mengambil manfaat dari orang selainmu sebisa mungkin”. Terutama jika anda bersama orang yang lebih utama dan lebih layak dalam berbicara. Biarkanlah dia berbicara, Anda dan yang lainya dapat mengambil manfaat darinya. Atau jika ada yang lebih tua dari sisi usia, berikanlah kesempatan berbicara kepadanya.Tentunya yang dimaksud adalah selain lebih tua usia tapi juga lebih luas kemampuannya.

Kemudian setelah itu jika terdapat kesempatan bagimu untuk berbicara,maka berbicaralah. Jika anda memiliki ilmu yang anda merasa memahaminya dan tidak (ada) yang menguasainya kecuali anda, maka wajib bagi anda untuk menyampaikannya.

Sumber : Mutiara Faidah Syaikh Abdul Karim Al Khudhair hafidzahullah di http://www.khudheir.com/ref/114