Hidayatullah.comLimadza Taghayara Mauqif As Asalafiyun min Al Musyarakah As Siyasiyah? (Kenapa Sikap Salafiyun Berubah dalam Partisipasi Perpolitikan?), demikianlah judul yang tertulis dalam situs anasalafy.com (2/4). Tulisan itu membahas mengenai alasan kenapa Salafi Iskandariyah kini memilih berjibaku dengan perpolitikan walau sebelumnya mereka enggan masuk di dalamnya.

Meninggalkan Politik Bukan Karena Tidak Setuju Politik

“Saat itu kami meninggalkan untuk berpartisipasi dalam politik, bukan karena bahwa tidak ada agama dalam politik dan tidak ada politik dalam agama, akan tetapi akidah kami adalah bahwa Islam mengatur setiap urusan kehidupan di dalamnya, termasuk politik.” Demikian Dr. Yasir Al Burhami menjelaskan.

Masih menurut Yasir, sebelum terjadi revolusi Mesir, bukan hanya Salafi saja yang tidak berpartisipasi dalam perpolitikan. Akan tetapi rakyat juga melakukan hal yang sama.

Menurutnya, yang mengikuti pemilu tidak sampai satu juta orang. Namun, setelah revolusi keadaannya telah berubah, dan ada kesempatan positif untuk melakukan perubahan.

Demokrasi, Sebagian Sesuai Syariat

Mengenai demokrasi, Yasir menyebutkan, “Adapun kami, kami menerima demokrasi dari apa yang sesuai dengan syariat. Demokrasi telah mengambil beberapa hal positif dari hukum Islam.”

Salah satu tokoh Salafi Iskandariyah itu menjelaskan unsur demokrasi yang sesuai dengan syari’at, “Yakni bahwa umat adalah penunjuk penguasa, mereka berhak untuk menurunkannya, mengontrolnya, memerintahkannya dan melarangnya”.

Saat ini, menurutnya, berkecimpung dalam politik dengan kebebasan dan tidak banyak berkonsekuensi untuk melakukan kompromi-kompromi. Berbeda dengan masa sebelumnya, di mana harus ada kompromi hingga dalam persoalan akidah, yang tidak mungkin untuk diterima.

Alasan lainnya, mengapa Salafi tidak berpertisipasi dalam perpolitik Mesir, hal itu disebabkan karena jerih payah yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasilnya, di mana saat itu hasil dari pemilu sudah bisa diketahui, yakni setuju. Tidak ada yang bisa mengkritik mengenai kecurangan-kecurangan, karena seluruh media dikuasai pemerintah.

Mesir Berbeda dengan Aljazair

Dalam situs resmi Salafi Iskandariyah itu, Yasir menjelaskan bahwa yang terjadi di Aljazair berbeda dengan kondisi Mesir, di mana di Aljazair militer dikuasai orang-orang sekuler, sehingga kemenangan yang diraih umat Islam dibatalkan oleh militer. Hal ini berbeda dengan militer Mesir yang dikenal religius, mereka selalu mendukung keinginan umat.*

Sumber : anasalafy.com
Rep: Thoriq
Red: Syaiful Irwan

Iklan