Tempointeraktif.com, YUSUF Supendi menyebutnya “surat sakti”. Dibungkus amplop kecil, risalah dilampirkan pendiri Partai Keadilan-kini Partai Keadilan Sejahtera-itu dalam laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin pekan lalu. “Ini bahan permulaan,” kata pria 53 tahun itu. “Kami siap membuktikan di pengadilan.”

Menurut Yusuf, surat dalam amplop kecil itu ditulis Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Syura, organ tertinggi Partai Keadilan Sejahtera. Isinya penghentian pemeriksaan oleh dewan syariah wilayah Jakarta terhadap dugaan penggelapan uang oleh Anis Matta, sekretaris jenderal. Anis merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Adapun Hilmi mengelola lembaga pendidikan di Bandung.

Yusuf bukan anak bawang di Partai Keadilan Sejahtera. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Dewan Syariah merangkap anggota Majelis Syura periode 2000-2005. Ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009. Ia pun menempati posisi penting dalam struktur gerakan dakwah Jamaah Ikhwanul Muslimin Sedunia, yakni sekretaris jenderal untuk sembilan negara di Asia dan Pasifik, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Australia. Di kalangan pendakwah, ia dipanggil Abu Fawwas.

Karena keseniorannya, tindakan Yusuf membuka dugaan kongkalikong di partai yang mengusung slogan “bersih dan peduli” itu jadi heboh. Apalagi inilah untuk pertama kalinya tokoh senior menentang elite partai peraih 7,88 persen suara pada Pemilihan Umum 2009 itu. Para petinggi partai itu meredam “serangan” Yusuf dengan mengumumkan bahwa sang juru dakwah telah dipecat Oktober tahun lalu.

Menurut Anis Matta, Yusuf dipecat karena menyimpang dari garis partai, tanpa perincian jelas. “Kami tidak akan membuka aib saudara sendiri,” katanya. Tapi Yusuf menyatakan tak pernah menerima surat pemecatan. Ia dipecat karena dituding menggelapkan uang yayasan yatim piatu. Padahal ia mengatakan hanya meminjam Rp 25 juta dari kader partai. Ia lalu menunjukkan bukti pembayaran utang sebesar Rp 10 juta. Sisanya dia lunasi belakangan.

Di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Yusuf menyerahkan sebundel catatan dan dokumen khusus yang ia tujukan kepada Busyro Muqoddas, Ketua Komisi. Tebalnya 249 halaman kertas folio. Isinya antara lain surat-surat partai, surat pribadi Yusuf kepada sesama ulama dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin, pesan pendek dengan sejumlah petinggi Partai Keadilan Sejahtera, juga kliping koran. Johan Budi S.P. juru bicara Komisi mengatakan mempelajari dulu materi laporan. �Apakah masuk domain kami atau tidak, perlu dikaji,” kata dia.

Secara terbuka, Yusuf menembakkan tuduhannya kepada Hilmi Aminuddin, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Anis Matta, plus anggota Dewan, Fahri Hamzah. Sejumlah tokoh senior yang tersingkir, seperti Abu Ridho, Mashadi, Tizar Zein, dan Syamsul Balda, menurut beberapa sumber, diam-diam mendukung langkah Yusuf. Mashadi dan Syamsul pernah menjadi anggota Dewan, ketika partai itu masih bernama Partai Keadilan. Mereka bergabung dengan anggota Dewan dari Partai Amanat Nasional membentuk Fraksi Reformasi.

Partai anggota koalisi pendukung pemerintah itu bukannya tak pernah punya masalah. Misalnya ketika para petinggi partai itu menggunakan mantan presiden Soeharto sebagai bintang iklan pada Hari Pahlawan, menjelang Pemilu 2009. Mereka yang tak setuju membentuk Forum Kader Peduli. Toh, konflik hanya terdengar sayup-sayup ke publik. Kali ini, Yusuf Supendi blakblakan dan mengatakan masih punya banyak amunisi. “Ini agenda hingga 2014,” katanya.

Pada Kamis dua pekan lalu, Yusuf melapor ke Badan Kehormatan Dewan. Ia mengadukan Luthfi Hasan Ishaaq, yang dituduhnya mengelola dana Pemilu 1999. Menurut dia, 94 persen dana pemilu partai itu berasal dari sumbangan Timur Tengah. Ketua Badan Kehormtan Nudirman Munir menyatakan segera menggelar rapat pleno untuk membahas laporan Yusuf. �Kami agendakan pekan depan,” kata dia, Kamis pekan lalu. Luthfi enggan menanggapi tuduhan ini. “Kami tak tahu apakah laporan itu ada bukti-buktinya,” ujarnya.

Tiga hari setelah ke komisi antikorupsi, Yusuf mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Ia merasa terancam. Ia juga merasa mendapat teror dengan adanya tanda silang dalam lingkaran cat merah di pagar rumahnya.

Artikel terkait :

Iklan