Jakarta (SI ONLINE)-Dengan dalih dialog nasional Ahmadiyah diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) yang dikatakannya sebagai institusi yang tidak netral, maka Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) menolak menghadiri dialog nasional mengenai Ahmadiyah yang diselenggarakan di Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta (22/3).

Sikap ini tentu bertentangan dengan ucapan mereka selama ini yang menyatakan bahwa pihak JAI tidak pernah diajak berdialog. Sekarang, mereka diajak berdialog, tetapi ternyata tidak mau juga.

“Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menolak menghadiri dialog nasional mengenai Ahmadiyah karena diselenggarakan Kementerian Agama yang menterinya, Suryadharma Ali, anti Ahmadiyah,” ujar juru bicara JAI Zafrulah Ahmad Pontoh lewat SMS yang diterima para wartawan. Selanjutnya dirinya mengusulkan agar dialog diselenggarakan oleh institusi netral, di tempat netral, diliput oleh media tv secara live dan media cetak. Menurut informasi yang dihimpun Suara Islam Online, JAI minta agar dialog nasional digelar oleh Kemnetrian Politik, Hukum dan HAM.

Selain itu, dedengkot Ahmadiyah Indonesia itu juga meminta jadual ulang dialog dengan alasan pihkanya menerima undangan terlambat. JAI mengaku bahwa undangan untuk pihaknya baru dikirim ke Sekertariat JAI pada Jumat sore (18/3/2011), sedangkan waktu itu kantor libur.

“Kami hanya bisa menyampaikan surat balasan pada hari Senin.Terlalu singkat waktu untuk kordinasi dan persiapan,” dalihnya.

Pihaknya juga keberatan dengan komposisi peserta dan mekanisme dialog yang telah disusun sepihak oleh Kemenag yang seharusnya perlu disepakati bersama termasuk materi dialog.

Disayangkan

Sementara itu Menteri Agama Suryadharma Ali menyayangkan perwakilan JAI tidak hadir dalam dialog dengan pemerintah dan ormas-ormas Islam. Padahal pertemuan ini penting untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan Ahmadiyah yangs elama ini menganggu umat Islam.

“Kami sangat menyesali JAI memutuskan untuk tidak hadir dalam pertemuan ini,” kata Suryadharma Ali yang didampingi Sekretaris Jenderal Kemenag Bahrul Hayat dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar.

Suryadharma menjelaskan kalau JAI memutuskan tidak hadir bisa itu dipahami, bahwa mereka memiliki itikad yang kurang baik dalam menyelesaikan bersama permasalahan Ahmadiyah.

“Kehadiran JAI dalam forum ini sangat penting karena dapat memberikan penjelasan ajaran yang sesungguhnya dan sekarang ini merupakan kesempatan yang baik untuk menjelaskannya,” papar Suryadharma Ali.

Suryadharma Ali menjelaskan JAI sebetulnya akan rugi kalau tidak hadir karena tidak bisa memberikan penjelasan langasung dalam forum ini. “Posisi pemerintah sendiri dalam pertemuan ini hanya mendengar saja, atau menerima masukan,” katanya.

Forum pertemuan itu sendiri selain dihadiri unsur dari pemerintah dari berbagai instansi juga para tokoh agama dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Topik pertemuan itu adalah “Mencari Solusi Permanen dan Komprehensif terhadap Permasalahan Ahmadiyah Indonesia” .

Rep: Abdul Halim
Red: Shodiq Ramadhan

Sumber : http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/2222-walah-ternyata-pengurus-jai-takut-dialog