Kekuatan Hamas Membesar setelah Perang

Nazaret – Infopalestina: Direktur Kajian Lembaga Kemanan Nasional Israel, Dr. Anat Kors menyatakan bahwa aksi militer Israel terakhir ke Jalur Gaza telah membuat gerakan Hamas bertambah kuat. Apa yang dialaminya selama perang tidak menghalangi Hamas untuk membangun kembali kekuatannya dan mengembalikan kemampuanya mengancam Israel kembali dari sisi keamanan.

Dalam wawancaran dengan radio militer Israel, dia mengklaim bahwa jatuhnya pemerintahan Hamas di Jalur Gaza belum menjadi salah satu target aksi militer Israel terakhir. Dia menegaskan bahwa Hamas masih seperti adanya dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Di mana ia (Hamas) berunding dengan pemerintah Mesir dengan kuat tanpa mau mundur dari sikapnya dalam soal gencatan senjata atau masalah pembebasan serdadu Israel Gilad Shalit.

Kors menyatakan Hamas belum lemah di hadapan gerakan Fatah yang menguasai otoritas Palestina di Tepi Barat. Dia menambahkan, “Mungkin bisa dikatakan bahwa Hamas tegas secara militer menghadapi militer Israel.” Hal ini, imbuhnya, menambah poin dukungan baru bagi Hamas dalam opini publik Palestina dalam rentang waktu yang lama.

Rakyat Palestina, menurutnya, “Akan melihat Hamas sebagai kekuatan pelindung mereka dari Israel. Karena gerakan ini telah membuktikan kekuatan dan ketegarannya menghadapi Israel dengan kekuatan militernya.”

Kors mengungkap bahwa gerakan Fatah, selama aksi militer Israel ke Jalur Gaza, fokus dalam mencegah orang-orang Palestina di Tepi Barat keluar menggelar aksi solidaritas untuk perlawanan dan mengecam agresi Israel. Langkah Fatah ini akan mendorong gerakan ini harus membayarnya dengan harga sosial.

Dia menilai salah satu sisi yang berlum tercapai dalam aksi militer Israel ke Jalur Gaza adalah bahwa politik internal Palestina masih seperti apa adanya. Di mana Hamas terus semakin membesar dan mengurangi popularitas gerakan Fatah.

Dia mengatakan, “Yang paling rugi besar adalah gerakan Fatah. Karena ia tidak menunjukan pembelaan pada rakyatnya, meskipun di sana ada kritikan terhadap gerakan di tengah-tengah masyarakat Palestina. Namun kritikan ini tidak mungkin berubah menjadi pembangkangan internal terhadap Hamas.”

Dia menambahkan, “Tidak ada capaian apapun yang dimiliki Fatah untuk diberikan kepada rakyatnya dibanding capaian Hamas. (Tidak ada capaian Fatah) yang bisa mendorong rakyat Palestina merubah sikapnya yang memusuhi Israel dan meninggalkan ide kerja militer yang diyakini Hamas. Gerakan Fatah tidak memiliki kekuatan militer sebagaimana Hamas. Juga dukungan rakyat sebagaimana yang dimiliki Hamas yang mengendalikan politik dan sekaligus membuktikan kemampuannya untuk teguh dan tegas menghadapi militer Israel.” (seto)